Kesan Tim Kapalan Saat Mencoba Game Injustice 2 Mobile

injustice 2 mobile

Sejak Mei 2017 silam, Injustice 2 sudah bisa didownload di handphone iOS dan Android sekaligus melengkapi daftar game premium untuk mobile.

Berkesempatan mencoba Injustice 2, tepatnya di versi 1.3.0, di perangkat Android, tim kapalan cukup terkesima dengan game ini. Banyak yang berubah sejak seri perdananya dan butuh waktu lebih ketimbang memainkan Injustice: Gods Among Us untuk membiasakan diri serta menguasainya.

Stage / Mode

Ada lebih banyak tipe permainan yang ditawarkan di Injustice 2. Mereka adalah Campaign (untuk meningkatkan level hero dan mendapatkan gear atau senjata baru); Arena (untuk bermain online demi mendapatkan Power Gems dan Credit); Operations (untuk meningkatkan level hero tanpa memainkannya melalui misi dalam jangka waktu tertentu); juga Story (untuk “masuk” ke plot cerita yang disiapkan khusus untuk Injustice 2.

Empat tipe permainan yang beragam itu pun masih ditunjang oleh dua stage lain yang masih coming soon, yakni Leagues dan Challenges.

Yang tak kalah penting untuk disorot, Injustice 2 menyediakan Daily Bonus yang jauh lebih banyak. Jadi, tak cuma mereka yang rajin memainkannya tiap hari saja yang bisa dapat gem, kredit, hingga gear, tetapi juga mereka yang berhasil menuntaskan misi-misi yang diminta.

Bakal sangat menyenangkan kalau Anda sudah punya banyak hero untuk memainkan Injustice 2 ketimbang pendahulunya. Rasa bosan pun mungkin akan jarang muncul selama memainkannya. Peningkatan yang apik dari Injustice 2.

Gameplay

Pada dasarnnya, secara permainan inti tak ada yang berubah. Anda masih diminta menaklukkan lawan-lawan Anda berbekal maksimal tiga hero yang perlu waktu dan tenaga ekstra untuk mendapatkannya. Kesempatan untuk berganti hero di tengah laga juga masih ada. Namun terkadang, lawan yang Anda hadapi di mode Campaign bisa lebih dari tiga. Jangan khawatir, biasanya mereka bukanlah karakter utama DC Comics.

Yang unik, kini tiap karakter bisa punya class advantage atas karakter lainnya. Tentunya, hal ini makin meningkatkan kesulitan bermain melawan beragam tim di mode Campaign atau Arena.

Ada juga nilai rata-rata suatu tim yang diakumulasikan dalam Team Threat ketika “kapten” tim Anda sedang berpose head-to-head lawan pimpinan tim lawan. Kalkulasi yang amat dipengaruhi oleh besaran level Anda ini bisa menjadi patokan sesulit atau semudah apa lawan yang Anda hadapi. Namun, jangan gentar kalau Team Threat lawan lebih itnggi dari punya Anda, karena kesempatan menang tetap terbuka.

Kontrol

Untuk kontrol sendiri, tumpuannya tetap pada teknik dan momentum Anda mengusap layar (swipe). Akan tetapi, variasinya sekarang lebih banyak. Anda bisa mengusap layar ke bawah untuk menyerang lawan dari bawah, ke atas untuk menendang lawan sambil terbang atau menghindari serangan lawan, atau jalankan kombinasi swipe ke kiri dan tap untuk melakukan serangan jarak jauh. Sementara itu, swipe ke kanan sama dengan memerintahkan karakter yang Anda jalankan untuk melakukan dash ke arah lawan.

Sedangkan untuk blocking, bukan lagi berupa kombinasi sentuhan di dua titik layar yang berbeda. Di bawah layar, ada tombol serangan spesial dan super move di sebelah kanan, sementara di sisi kiri ada tombol untuk melakukan blocking. Itulah area yang harus Anda sentuh untuk bertahan dari hantaman musuh.

Kami merasa kontrol seperti ini memang berhasil menyediakan opsi serangan yang lebih beragam, tetapi dengan kontrol yang amat terstruktur ini, terutama untuk melakukan blocking, Injustice 2 terkesan lebih kaku daripada Injustice: Gods Among Us.

Grafis

Injustice 2 memang jauh lebih mentereng; visualisasi hero dan villain pun jadi lebih riil. Special move mereka juga tak kalah dipoles. Secara keseluruhan memang meningkat dari Injustice: Gods Among Us.

Tentu, hal ini datang dengan kompensasi. Kinerja handset jelas jauh lebih berat. Saat mencobanya di Samsung Galaxy S7 Edge, ponsel tidak panas, tetapi jalannya permainan terkadang menjadi tidak smooth. Mungkin, ada baiknya jika memainkan game ini di perangkat yang benar-benar gahar untuk gaming.

Karakter

Beberapa hero dan villain jagoan DC tetap berpartisipasi di Injustice 2 dalam beragam versi, seperti Batman, Superman, Wonder Woman, The Flash, Green Lantern, Joker, Bane, dan Harley Quinn. Akan tetapi yang tak kalah menarik, ada sejumlah karakter baru yang disediakan di roster, sebut saja Doctor Fate, Gorilla Grodd, dan Scarecrow. Robin juga disebut dengan gamblang di sini, alih-alih Nightwing. Itu pun belum termasuk karakter yang “disimpan” sebagai downloadable content (DLC), seperti Sub-Zero dari Mortal Kombat sebagai suksesor Scorpion di seri sebelumnya, Poison Ivy, dan Supergirl.

Menurut developernya, pemilihan playable character di Injustice 2 dipengaruhi oleh story yang coba mereka usung, selain popularitas serta hubungannya dengan para karakter “utama”. Tentunya, hal ini menambah antusiasme para gamers untuk konsisten memainkannya, mungkin selama seri ketiganya digodog tiga atau empat tahun lagi.

Kira-kira, begitulah sebagian insight yang kami dapatkan dan bisa sajikan untuk Anda. Kalau penasaran, sediakan space minimal 1GB di perangkat seluler Anda untuk meng-install Injustice 2. Selamat bermain!