Monster Hunter World RPG Online Game

monster hunter world

Setelah hanya tersedia di platform handheld untuk waktu yang lama, kembalinya franchise Monster Hunter untuk platform konsol terkini yang juga memanfaatkan ekstra performa yang ia tawarkan, tentu saja disambut dengan tangan terbuka. Apalagi, lewat serangkaian trailer, screenshot, hingga masa beta yang ia selenggarakan, ia terlihat begitu menjanjikan. Monster Hunter World seolah memahami apa yang membuat franchisenya begitu dicintai oleh basis komunitas yang begitu fanatik, tetapi sekaligus membuka ruang baru bagi gamer pendatang baru untuk masuk dan memahaminya. Semuanya juga didukung dengan fitur lebih mumpuni, selain peningkatan visual yang tentu saja pantas disandingkan dengan game-game keluaran terbaru.

Anda yang sudah membaca preview kami terkait Monster Hunter: World sepertinya sudah punya sedikit gambaran soal game yang satu ini. Sebagai gamer yang tidak terlalu familiar dengan franchise yang satu ini, ia menyambut kami dengan tangan terbuka. Kebebasan untuk memilih senjata dengan tingkat kesulitan penguasaan yang juga memfaslitasi gamer newbie, Monster Hunter World berakhir menjadi sebuah game yang siap untuk membuat Anda tidak hanya sekedar teradiksi saja, tetapi juga tidak berkeberatan untuk mengorbankan sedikit waktu tidur sehari-hari. Proses grinding, mencari senjata dan armor lebih kuat, dan kemudian berhadapan dengan lebih banyak monster super kuat yang tidak akan sulit untuk mencabut nyawa Anda adalah formula yang terhitung “memabukkan”.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Monster Hunter: World ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang siap untuk membuat Anda tenggelam dalam sebuah dunia yang baru? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Dengan karakter yang Anda racik sendiri, Monster Hunter: World membuka cerita petualangannya dengan memosisikan Anda sebagai satu di antara segudang hunter yang bergabung dalam “Fifth Fleet” – sebuah bala bantuan yang dikirim ke sebuah dunia baru bernama “New World” atas permintaan Research Commision di sana. Berbeda dengan Old World, New World diposisikan sebagai benua terpisah dengan ekosistem dan keganasan alam yang masih mengandung begitu banyak tanda tanya. Fifth Fleet diharapkan bisa muncul sebagia kekuatan ekstra untuk mempercepat badan penelitian di sana.

Namun nasib malang tiba. Di tengah perjalanan, pesawat yang mereka tumpangi tiba-tiba hancur di tangan seekor Elder Dragons raksasa – Zorah Magdaros yang juga ternyata menemukan jalannya ke New World ini. Proses migrasi yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya ini tentu saja memancing tanda tanya baru. Investigasi atas proses yang kabarnya hanya terjadi setiap 10 tahun sekali ini akhirnya menjadi misi baru Fifth Fleet, apalagi mengingat ada kemungkinan Zorah Magdaros berakhir menjadi sebuah ancaman baru. Proses penelitian dan eksplorasi dari satu tempat ke tempat yang lain ditujukan untuk membuka tabir misteri tersebut.

Ancaman ternyata tidak berhenti sampai di sana. Bersama dengan terbongkarnya misteri soal motivasi Zorah Magdaros singgah di New World, Anda juga menemukan ancaman yang bahkan lebih besar lagi menunggu di sana. Bahwa Zorah ternyata berakhir bukan satu-satunya Elder Dragons yang menempati dunia nan misterius tersebut. Beberapa Elder Dragons lain yang punya kekuatan begitu besar ternyata juga tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh New World. Sesuatu yang alami? Atau sesuatu yang lahir dari sebuah fenomena unik yang tidak biasa? Itulah yang harus Anda cari tahu.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan New World? Mengapa ia membuat banyak Elder Dragons tertarik dengannya? Bisakah Fifth Fleet, khususnya Anda, menundukkan liarnya New World? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Monster Hunter: World.

Dunia Indah yang Hidup

Salah satu alasan untuk menantikan kehadiran Monster Hunter: World tentu saja mengakar pada peningkatan kualitas visual yang lebih signifikan di beberapa seri terakhir. Tidak lagi harus terbatasi dengan performa handheld yang tentu saja tidak akan mampu memotret banyak dunia yang ditawarkan franchise ini dalam kualitas yang penuh detail, Monster Hunter World berakhir memesona. New World terbagi ke dalam beberapa bagian yang masing-masing memiliki temanya sendiri, dari sebuah hutan tropis dengan hujan yang seringkali terjadi, padang gurun yang kering, sebuah daratan penuh karang yang terlihat seperti dasar lautan yang indah, hingga gunung berapi super panas yang mengancam. Setiap dunia ini punya ekosistem uniknya masing-masing, dan tentu saja, pemandangan yang memanjakan mata.

Seperti yang sempat dijanjikan Capcom, proses pergantian dari satu titik area ke titik area yang lain memang tidak lagi harus disibukkan dengan waktu loading seperti seri-seri Monster Hunter sebelumnya. Setiap tempat akan terhubung secara langsung, dari satu area ke area lainnya. Walaupun harus diakui, waktu loading tetap akan dibutuhkan ketika Anda berpindah tempat utama, seperti dari Ancient Forest ke Rotten Vale misalnya. Perpindahan tanpa waktu loading ini menghasilkan pengalaman bermain yang lebih berkesinambungan, apalagi ketika Anda melewati proses tracking untuk menemukan satu monster spesifik atau sekedar mengejarnya ketika kabur karena ketakutan atau cedera. Tidak hanya luas secara horizontal, setiap area ini juga biasanya dibagi ke dalam tiga tingkat ketinggian yang berbeda. Dengan posisi sumber resource yang tidak selalu di tempat yang sama dan peta yang akan secara otomatis menandai beragam hal yang bisa Anda kumpulkan, menjelajahi setiap dunia yang ada ini menawarkan keasyikan tersendiri.

Monster Hunter World juga berusaha mengaplikasikan beberapa fitur visual yang lain, seperti pergantian siang / malam atau cuaca di dalamnya, namun sayangnya, tidak ada pengaruh yang terasa pada gameplay yang Anda dapatkan. Satu-satunya efek visual keren yang berpengaruh pada gameplay, hanyalah pada saat Anda bertemu dengan salah satu Elder Dragons berbentuk seperti kuda unicorn – Kirin. “Naga” yang bisa Anda temukan di Coral ini akan secara otomatis membuat cuaca di sekitarnya berakhir menjadi mendung dengan kondisi kilat yang terus menyambar. Setidaknya, jika Anda melihat kondisi cuaca seperti ini, Anda bisa mengetahui bahwa Kirin memang tengah berada di dalam lokasi.

Sisa clue visual yang bisa Anda tangkap akan membantu Anda mendapatkan gambaran lebih jelas soal kondisi monster yang dihadapi, mengingat tidak ada sistem bar HP di sini. Monster yang sekarat misalnya, akan cedera dan berjalan atau terbang dengan tertatih-tatih. Anda juga bisa melihat bagaimana bagian tubuh monster yang hancur atau pecah, untuk melihat seberapa signifikan damage yang sudah Anda lontarkan. Para monster ini juga bisa bertarung dan berusaha untuk mengalahkan satu sama lain ketika saling bertemu, membuat eksosistemnya terasa bahkan lebih hidup. Ia juga akan berpengaruh pada strategi pertarungan Anda, apakah Anda ingin terlibat atau sekedar menonton menikmati sembari menyemangati monster yang melawan buruan Anda, berakhir menang.

Salah satu aspek lain yang pantas diacungi jempol adalah audio yang ia lontarkan. Di luar sistem voice acting yang di telinga kami pantas dikategorikan di atas standar, audio juga memainkan peran penting dalam gameplay. Setiap monster atau serangan dari teman Anda selalu hadir dengan audio yang berbeda, memberikan Anda bantuan untuk menangkap gambaran lebih jelas apa yang terjadi di dalam pertempuran, walaupun Anda tidak melihat segala sesuatunya dengan jelas. Hanya dalam waktu singkat, Anda akan belajar mengasosiasikan setiap serangan, teriakan, hingga sekedar bunyi manis serangan panah atau pedang yang mengenai titik lemah monster dengan tepat.

Audio akan membantu Anda mengantisipasi apa yang terjadi dalam waktu sepersekian detik setelahnya dan berstrategi untuk memastikan Anda berada di posisi strategis terbaik. Musik yang ditawarkan di dalam pertempuran cukup memorable di beberapa pertempuran, tidak terhitung mengganggu, dan siap untuk membuat atmosfer kepahlawanan yang muncul, mengalir kuat.

Tentu saja, tidak ada lagi yang lebih menggoda dari Monster Hunter World selain kekuatan desain untuk banyak hal yang Anda temukan di sepanjang permainan, dari armor dan senjata, hingga desain monster yang ada. Dengan sistem equipment yang memang menjadi basis permainan, Anda juga akan disuguhi dengan beragam bentuk desain armor dan senjata yang memanjakan mata, baik untuk karakter Anda atau kucing support Anda – sang Palico. Setiap armor biasanya akan punya ciri unik mereka masing-masing, hingga pada batas, menjadi sesuatu yang rasional jika Anda akhirnya memutuskan armor apa yang Anda kenakan berdasarkan sisi kosmetik yang ada.

Sebagai gamer yang tidak terlalu familiar dengan Monster Hunter, setiap monster yang Anda temukan juga berakhir fantastis. Dari seekor naga yang sama besarnya dengan gunung, naga yang mampu menguasai angin dan melemparkan tornado, seekor burung raksasa yang seperti layaknya pesawat tempur siluman selalu melemparkan carpet bomb di momen genting Anda, hingga seekor dinosaurus kecil yang dengan batu kesayangannya, berusaha menghajar Anda sekuat tenaga. Setiap monster yang Anda temui ini memang menyebalkan dan tidak mudah ditundukkan, namun keunikan dari sisi desain, sifat, hingga animasi serangan membuat setiap monster ini jadi keasyikan tersendiri untuk dilawan.

Maka dari sisi presentasi, Monster Hunter: World tampil mengagumkan. Kemampuannya untuk menawarkan sensasi bahwa Anda tengah berpetualang di sebuah dunia yang indah, masif, brutal, dan misterius adalah salah satu daya tarik utama di luar semua usaha pencapaian teknis baru yang berusaha disuntikkan Capcom di dalamnya. Ini bukanlah sebuah dunia yang sekedar indah, tetapi seolah didesain untuk membunuh Anda secepat mungkin.

Bersiap dan Berburu

Tidak ada bar HP yang terlihat. Satu-satunya untuk menentukan apakah kondisi monster yang Anda buru berada dalam kondisi sekarat adalah tingkah laku dan dari clue visual.
Lantas, bagaimana cara terbaik untuk menjelaskan gameplay Monster Hunter World sesederhana mungkin?

Bagi kami, mendeskripsikannya sebagai Raid Boss Battle yang sering Anda temukan di game-game MMORPG sepertinya adalah kalimat yang paling mendekati. Bahwa Anda atau bersama dengan tiga orang lainnya akan bertempur melawan satu atau dua monster sekaligus dalam sebuah dunia yang secara konstan akan menawarkan material yang tetap, dalam sebuah pertarungan panjang yang melelahkan. Tidak ada bar HP, tidak ada indikator yang bisa Anda jadikan pegangan, selain clue visual seperti potongan tubuh yang terlepas, bagian badan yang hancur, atau tanda-tanda cedera yang terlihat di tubuh musuh. Sementara dari sisi Anda sebagai gamer, Anda harus memerhatikan kondisi kesehatan yang ada, karena percaya atau tidak, monster apapun yang setara dengan level karakter Anda akan bisa menghabisi Anda dalam 1-2 kali pukulan instan.

Maka yang Anda temukan adalah sebuah game RPG yang akan meminta Anda secara aktif untuk melancarkan serangan, kapanpun Anda bisa. Menghindari serangan, membaca serangan musuh, memprediksi gerakan, dan di sisi lain – berusaha bekerjasama dengan anggota tim yang lain (jika memainkan mode multiplayer), kemudian menikmati kesuksesan dari kerja keras yang mungkin akan makan waktu sekitar 10-30 menit tergantung dari kemampuan serang Anda. Akses monster yang bisa Anda buru akan ditentukan oleh angka Hunter Rank (HR) Anda. Di awal, HR akan tumbuh bersama dengan progress cerita yang Anda dapatkan. Semakin tinggi HR yang Anda miliki, semakin banyak pula monster yang bisa Anda hadapi. Di akhir permainan, tumbuhnya HR akan berakhir dilimitasi oleh quest khusus untuk membukanya. Sesuatu yang akan kita bicarakan nanti.

Di atas permukaan, Monster Hunter World mungkin terasa seperti sebuah game yang membosankan dan repetitif. Karena sejak awal permainan hingga akhir, seperti judul yang ia usung, Anda memang “hanya” harus berburu setiap monster yang dilemparkan pada Anda. Memang ada perburuan yang diposisikan sebagai motor pendorong garis cerita utama, yang beberapa di antaranya bahkan meminta Anda untuk mencari jejak dan sejenisnya, tetapi game ini juga mendorong konsep yang sama dengan rangkaian misi sampingan yang juga, terkadang meminta Anda mencari material tertentu. Misi sampingan ini akan berakhir memberikan beragam item dan equipment pelengkap yang akan membuat perjalanan Anda lebih mudah, membuatnya cukup krusial untuk dikejar. Tetapi percaya atau tidak, bagi gamer Monster Hunter veteran ataupun gamer pendatang baru seperti kami, perburuan dan tingkat kesulitan monster yang Anda hadapi bukanlah satu-satunya daya tarik utama Monster Hunter. Daya tarik lainnya tertarik pada dua kata: Mempersiapkan Diri.

Mengingat setiap monster ini, sekecil apapun, bisa menghabisi Anda dengan begitu mudahnya, maka Anda perlu mempersiapkan karakter utama Anda untuk paling tidak, bisa memberikan perlawanan yang sepadan. Maka daya tarik selanjutnya dari Monster Hunter World adalah mempersiapkan karakter Anda baik dari sekedar pilihan senjata, armor, ataupun beragam item yang dibutuhkan untuk membuat serangan Anda lebih efektif. Setiap monster punya karakteristik serangan yang khusus, yang umumnya, bisa Anda antisipasi. Mereka juga punya kelemahan dan kekuatan masing-masing, yang bisa Anda eksploitasi. Intinya adalah memastikan bahwa karakter Anda tidak terlihat seperti seekor semut yang bisa diinjak begitu saja, dan tewas berantakan tanpa melakukan perlawanan sama sekali.

Salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan karakter Anda dengan melakukan proses crafting yang jadi esensi Monster Hunter World itu sendiri. Setiap monster yang berhasil Anda bunuh akan menjatuhkan material secara acak yang berhubungan dengan spesies mereka sendiri. Setiap material yang Anda dapatkan ini akan bisa dikumpulkan dan kemudian diracik menjadi varian senjata atau armor yang lebih baik, yang biasanya dikategorikan berdasarkan pada basis sumber material dari monster tersebut. Misalnya? Material Anjanath akan menghasilkan senjata dan armor Anjanath. Armor sendiri terbagi menjadi lima buah set terpisah – kepala, badan, kaki, celana, dan sepatu. Kerennya lagi? Setiap senjata dan armor ini tidak hanya punya penampilan yang berbeda saja, tetapi juga mengusung skill yang terkadang, berakhir berbeda pula.

Di sinilah, proses grinding berjalan. Begitu Anda menemukan bahwa karakter Anda bisa tewas begitu saja karena satu serangan monster, tindakan rasional adalah dengan memperkuatnya. Mengingat setiap monster menjatuhkan material berbeda dari list panjang yang bisa mereka tawarkan secara acak, membunuh mereka demi mencari material crafting akan memenuhi pengalaman Monster Hunter World Anda. Karena Anda tidak pernah tahu pasti material seperti apa yang Anda dapatkan, terkadang butuh proses mengulang pertempuran yang sama berkali-kali untuk mendapatkan yang Anda butuhkan.

Semakin tinggi HR Anda, semakin banyak monster yang bisa Anda tundukkan, semakin banyak varian material yang Anda kumpulkan, semakin banyak pula varian armor dan senjata yang bisa Anda racik. Beberapa material juga berakhir hanya bisa Anda kumpulkan jika Anda memutuskan / menghancurkan bagian tubuh monster tertentu. Tiap monster juga akan punya satu material super langka bernama “Gem” yang akan menjadi salah satu syarat utama untuk membangun armor versi terkuat mereka nantinya, yang tentu saja, akan membutuhkan Anda untuk secara konsisten berburu mereka jika peruntungan Anda tidak seberapa baik.

Di sinilah sistem misi sampingan bernama “Optional” dan “Investigation” muncul. Selain misi dengan tajuk “Assigned” yang berfokus pada cerita, misi Optional dan Investigation merupakan dua misi sampingan yang bisa Anda jajal di luar misi utama, namun dengan konsep serupa. Optional yang datang dalam jumlah pasti dan bisa diposisikan sebagai “misi sampingan” yang juga terkadang datang dari NPC spesifik, biasanya menargetkan monster yang sama dengan yang Anda bunuh di garis cerita utama, jadi alternatif cara grinding yang menyenangkan.

Sementara “Investigations” bisa disetarakan sebagai misi skirmish, sebuah misi bebas yang punya varian tugas untuk Anda eksekusi, dan punya level reward untuk dikejar. Walaupun monster yang Anda buru serupa, sistem “Reward” material yang disuntikkan di mode Investigations bisa beragam, bergantung pada tingkat kesulitan yang ditawarkan. Beberapa hadir dengan limitasi waktu lebih pendek atau jumlah continue yang lebih sedikit, sesuatu yang akan kita bicarakan juga nanti.

Uniknya lagi? Tidak pernah ada “rumus pasti” soal memperkuat karakter Anda ini. Monster Hunter World tidak memiliki satu pakem pasti soal armor atau senjata seperti apa yang harus Anda gunakan. Keasyikan lainnya adalah bereksperimen dengannya. Menggunakan satu set armor yang sama biasanya akan memungkinkan Anda mengakses skill spesial spesifik yang biasanya hanya terpicu jika Anda mengenakan 2-4 armor dari set yang sama. Sebagai contoh? Menggunakan 4 buah armor dari set Legiana, monster naga dengan semburan es yang menyebalkan, misalnya, akan memungkinkan pengguna bow untuk melakukan satu ekstra charge untuk serangan yang lebih menyakitkan. Namun apakah semua pengguna Bow harus menggunakan set Legiana? Kerennya, tidak. Salah satu hal yang difokuskan oleh Monster Hunter World adalah menemukan eksperimen set Anda sendiri.

Seiring dengan lebih banyaknya armor yang bisa Anda buka, Anda akan menemukan bahwa menjadi seusatu yang rasional pula untuk tidak mengikuti arah satu set saja, dan lebih berfokus melakukan kombinasi di sana-sini untuk mendapatkan efek yang lebih maksimal untuk apapun yang tengah Anda kejar saat ini. Mengapa? Karena setiap armor yang ada, punya skill spesifik mereka masing-masing yang sifatnya bisa diakumulasikan jika Anda mempunyai armor berbeda dengan skill yang sama.

Sebagai contoh? Baju dengan Attack Boost +2 dipasangkan dengan kaki dengan Attack Boost +3, akan menghasilkan efek Attack Boost +5. Pengguna Bow misalnya akan bertemu dengan skill lain seperti “Special Ammo Boost” misalnya yang akan membuat serangan spesial mereka – Dragon Piercer menghasilkan damage yang lebih efektif. Skill itu sudah pasti tersebar di banyak jenis armor. Jadi tidak harus mengikuti satu set, Anda juga bisa mengejar fokus untuk membangun build berbasis skill. Tidak ada yang sempurna di Monster Hunter World, semuanya difokuskan pada usaha gali-tutup lubang ragam aspek kelebihan dan kelemahan Anda. Ingat, material tidak selalu dibutuhkan hanya dari monster saja. Proses mining di beragam lokasi untuk menemukan ore akan memainkan peran yang sama pentingnya.

Skill juga berakhir hanya satu dari sekian banyak hal yang harus Anda pikiran. Karena Monster Hunter World juga hadir dengan salah satu sistem RPG “lawas” – Elemen. Semakin banyak track soal monster yang berhasil Anda dapatkan, semakin banyak monster yang Anda habisi, semakin banyak pula yang Anda pelajari di Research Center. Lewatnya, Anda akan bisa menggali informasi soal kekuatan dan kelemahan setiap monster dari sana. Beberapa monster punya kelemahan elemen yang spesifik, seperti Api, Es, atau Listrik, misalnya dengan banyak varian senjata yang menawarkan elemen-elemen tersebut. Tidak hanya Elemen saja, ada lagi status bernama “Ailment” yang notabene merupakan beragam status buruk yang bisa Anda suntikkan ke monster-monster tersebut. Sama seperti halnya elemen, setiap monster juga punya kerentanan berbeda pada status ailment tertentu. Apakah Anda ingin mengabaikan sistem set dan skill, dan lebih berfokus pada aspek ini? Anda bisa melakukannya!

Jika semua perlengkapan Anda sudah siap, maka layaknya Geralt di the Witcher 3, sisanya adalah mempersiapkan semua item yang mungkin Anda butuhkan untuk melawan monster spesifik tersebut. Tidak kesemuanya bisa dibeli begitu saja dengan uang, tetapi juga butuh melewati proses crafting yang membutuhkan Anda mengumpulkan ragam material yang dibutuhkan. Melawan monster dengan serangan poison? Siapkan antidote. Melawan monster yang terkenal karena fase terbangnya yang menyebalkan? Siapkan item bernama Flash Pod – sebuah flashbang yang akan membuat monster terbang jatuh ke tanah. Pesimis akan bisa membunuh monster raksasa baru yang Anda hadapi dengan waktu cepat? Siapkan Mega Barrel Bomb di dalam tas untuk dipasangkan pada saat ia tidur kelelahan nantinya, untuk menghasilkan damage besar. Misi meminta Anda untuk menangkap dan bukannya membunuh monster atau sekedar ingin mencari material dalam jumlah lebih banyak? Pastikan Anda membawa Trap dan Tranq Bomb untuk menidurkan monster dan membawa mereka ke markas untuk reward lebih besar. Semuanya ada di tahap persiapan.

Belum cukup, proses selanjutnya adalah memastikan Anda membanjiri diri Anda dengan ragam buff untuk memastikan Anda lebih kuat. Selain beragam mantle sebagai item yang bisa Anda gunakan untuk menghasilkan status resistensi pada elemen tertentu atau menghindari musuh dalam waktu terbatas dengan kemampuan menghilang, Anda juga harus mempersiapkan diri dengan cara makan. Semakin banyak misi sampingan yang Anda selesaikan, semakin banyak pula bahan makanan yang Anda dapatkan, semakin banyak pula varian masakan yang bisa Anda beli dengan menggunakan uang ataupun point nantinya. Makanan-makanan ini akan memberikan buff yang cukup lama, membuat Anda lebih sigap melawan monster baru, dari sekedar menambah jumlah HP atau stamina, hingga meningkatkan status tertentu agar tampil lebih efektif. Bagi beberapa jenis gameplay, Stamina yang notabene akan mempengaruhi berapa banyak serangan yang bisa Anda lemparkan sebelum kelelahan akan memainkan peran yang sangat penting.

Satu yang fantastis dari Monster Hunter World adalah bagaimana ia berhasil meracik sistem grinding ini sebagai sesuatu yang fun, dan bukan sekedar terasa seperti pekerjaan berat yang melelahkan dan membosankan. Dari hal “sesederhana” memburu monster berulang yang selalu beradaptasi dengan situasi yang ia hadapi, dengan dukungan AI yang cukup pintar untuk menghasilkan ancaman sepadan bagi 4 player sekalipun, hingga fakta bahwa ia menyediakan cukup banyak alternatif jalan untuk mengumpulkan ragam material esensial yang Anda butuhkan. Ada sistem “Harvest” yang memungkinkan Anda bercocok tanam material yang esensial dalam proses crafting, ada sistem belanja dari seorang pedagang bernama “Argosy” yang akan datang dengan material-material menarik, ada fitur dimana Anda bisa meminta kucing-kucing teman Anda – Palico untuk mengumpulkannya dari area spesifik, hingga sebuah toko bernama Provisions yang menawarkan hampir sebagian besar item dasar yang Anda butuhkan. Dengan hadirnya fleksibilitas sistem grinding seperti ini, khususnya untuk item esensial yang ada, waktu yang dihabiskan untuk berfokus pada aksi berburu monster menjadi lebih sering dan berharga. Ia ditangani dengan sangat baik. Menjadikan proses grinding berfokus hanya pada material langka saja membuatnya tidak terasa seperti sebuah pekerjaan berat yang melelahkan.

Maka pengalaman inilah yang akan Anda dapatkan di Monster Hunter World. Bahwa aksi pertarungan Anda melawan para monster ini hanyalah setengah dari pengalaman yang ia tawarkan. Sisanya adalah usaha untuk mempersiapkan diri. Seolah berjalan lurus dengan kerja keras Anda untuk mengumpulkan setiap material yang dibutuhkan, yang didapatkan melalui proses melawan monster puluhan menit dengan ancaman yang konstan dan konsisten, ada rasa kepuasan ketika armor ataupun senjata Anda akhirnya berhasil diracik. Ada rasa kepuasan bahwa dengan armor dan senjata tersebut, Anda akhirnya siap untuk melawan monster sebelumnya yang bisa memukul Anda hingga mati dengan satu serangan. Ada kepuasan ketika melihat damage Anda yang meningkat kini bisa menghancurkan bagian tubuh mereka. Ada kepuasan ketika melihat mayat mereka akhir menggelepar di depan mata dan siap untuk Anda “panen” materialnya. Ada kepuasan dan rasa adiksi ketika proses berjam-jam itu, akhirnya membuahkan hasil yang pantas. Di titik inilah, biasanya Anda akan jatuh hati pada konsep Monster Hunter World itu sendiri.

Bisa Offline, Tapi Online Lebih Baik!

Salah satu pertanyaan yang seringkali dilemparkan dan menjadi sumber kekhawatiran tersendiri adalah apakah Monster Hunter World bisa dimainkan secara offline atau tidak? Jika Anda termasuk salah satu yang penasaran, berita baik, jawabannya adalah BISA. Seolah mengerti bahwa ada jenis gamer di luar sana yang lebih senang menikmati segala sesuatunya sendiri, dalam format offline, atau sekedar tidak punya koneksi internet yang stabil untuk terjun masuk ke dalamnya, Capcom memberikan kesempatan untuk menyelesaikan keseluruhan cerita ataupun misi sampingan Monster Hunter World secara offline. Tidak ada satupun misi yang tidak bisa Anda selesaikan seorang diri, tidak ada satupun misi yang memang didesain dari awal untuk multiplayer saja. Gamer offline akan bisa menikmati konten yang sama dengan gamer yang menikmati dalam format online.

Sebagai gantinya, gamer offline akan berpetualang ditemani oleh si karakter kucing yang menjadi support Anda – Palico. Kucing yang satu ini akan berperan super aktif untuk membantu petualangan Anda, dari sekedar menyerang, menyembuhkan, hingga mengalihkan perhatian monster dari Anda. Palico juga punya sistem equipmentnya sendiri-sendiri, yang dengan proses crafting material yang sama, akan menawarkan senjata dan armor yang berbeda-beda. Kerennya lagi? Ada quest tersendiri yang bisa Anda selesaikan untuk memperkuat Palico Anda ini dan menyuntikkan peran-peran berbeda padanya. Malas dengan Palico yang didesain untuk menyerang? Selesaikan salah satu misi uniknya, dan Anda bisa menggunakan Palico yang berfungsi tak berbeda dengan Bard – sang pengiring musik yang menawarkan buff secara berkala. Anda yang bermain offline akan terbantu akan hal tersebut.

Lagipula, Monster Hunter World datang dengan tingkat kesulitan yang dinamis. Ini berarti, tingkat kesulitan monster akan bergantung pada berapa banyak player di dalam satu ruangan yang sama, melawan monster yang sama. Memainkan game ini sendiri tentu akan lebih mudah dibandingkan memainkannya bersama dengan 4 orang yang lain. Monster menjadi punya HP yang lebih kecil. Bertarung melawan sang monster 1 vs 1 juga membuat mereka hanya punya dua fokus untuk diserang: Anda atau Palico Anda. Dengan target terbatas seperti ini, gerakan menjadi lebih mudah diprediksi dan diantisipasi, bahkan untuk serangan terkuat sekalipun. Tetapi sebagai gantinya, akan butuh waktu yang lama untuk menundukkan satu musuh saja, terutama di level HR tinggi. Apalagi jika Anda memutuskan untuk memainkan karakter dengan senjata yang memang lebih efektif jika Anda punya pengalih perhatian, seperti Bow misalnya.

Namun, walaupun bisa dimainkan secara total dalam mode offline, pengalaman terbaik memainkan Monster Hunter World tetaplah bersama dengan orang lain, terutama untuk teman yang sudah Anda kenal sebelumnya. Bertarung bersama bahu-membahu untuk melawan sebuah monster bersama-sama, berteriak panik ketika melihat mereka datang menyerang membabi-buta, dan berjuang untuk menundukkan mereka secepat dan seefektif mungkin dengan ragam jenis senjata yang berbeda menawarkan pengalaman bermain Monster Hunter World yang sesungguhnya. Walaupun setiap monster ini hadir dengan HP lebih tinggi tergantung pada jumlah pemain, kombinasi serangan yang efektif dan kerjasama tetap akan membuat mereka berakhir jadi target yang rentan. Jangan lupa, sekedar ngobrol dengan teman, berbagi tips soal apa yang mungkin Anda tahu / tidak tahu, juga akan membuat proses grinding yang mau tak mau harus dilakukan, menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Tentu saja, siap-siap juga dengan sensasi iri dan dengki ketika menemukan teman Anda berhasil mendapatkan material yang Anda butuhkan dari satu monster yang sama, sementara Anda masih terus mencarinya tanpa kejelasan.

Bermain dengan teman juga menghadirkan level kompleksitas tersendiri. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah penempatan posisi menyerang, mengingat Monster Hunter World hadir dengan sistem “Friendly Fire”. Serangan Anda memang tidak akan menghasilkan damage bagi teman Anda yang lain, namun ia akan cukup kuat untuk menghasilkan efek stagger / cancel pada apapun aksi yang hendak mereka lakukan, termasuk ketika menyerang. Anda tidak akan mau berada dalam posisi berakhir membatalkan animasi serangan teman Anda yang seharusnya bisa menghasilkan damage besar dan menghancurkan bagian tubuh monster yang ada. Mengingat beberapa serangan juga mampu menghasilkan efek area yang cukup besar, permainan dalam format multiplayer juga akan menuntut Anda untuk sedikit waspada pada gerakan teman Anda yang lain.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda harus memainkannya dengan teman yang Anda kenal saja? Jawabannya tentu saja, tidak. Capcom berhasil mendesain user-interface untuk proses matchmaking dengan super sederhana, hingga Anda tidak hanya bisa secara instan membantu orang lain atau meminta bantuan orang lain, tetapi juga mencari dan menyelesaikan misi sama yang juga Anda incar. Proses matchmaking berjalan dengan cepat dan lancar, dengan ragam opsi yang bahkan memungkinkan Anda untuk memilih satu monster spesifik tertentu. Namun ada satu hal yang harus Anda ingat ketika bermain bersama dengan orang lain secara random. Anda harus memastikan diri Anda tidak berujung menjadi beban dan justru mengacaukan permainan orang lain. Mengapa? Karena sebagian besar misi Anda biasanya berakhir punya limitasi jumlah kematian (biasanya sekitar 3) sebelum dihitung sebagai gagal. Anda tidak ingin menjadi alasan mengapa pertempuran yang sudah berjalan 20 menit, dengan monster yang nyaris tewas, harus diulang kembali dari awal hanya karena Anda terus mati. Jangan kaget pula jika random yang masuk ke dalam pertarungan Anda, terkadang juga berbuat hal yang sama. Tidak jarang terkadang, bertarung bersama dengan “hanya” Palico Anda berbuntut hasil yang lebih positif.

Memainkannya secara multiplayer juga tidak akan menghasilkan aksi berburu loot sama sekali, karena setiap anggota yang terlibat di dalam pertempuran akan mendapatkan loot mereka masing-masing, dalam kondisi acak. Bagian terkeren dari apa yang kami cicipi selama satu minggu terakhir ini? Infrastruktur online yang memesona. Walaupun kejadian limitasi online masih terjadi lebih karena kebijakan IP yang ketat dari Sony setelah kasus DDOS di era Playstation 3, namun pengalaman online yang ditawarkan sejauh ini berakhir sangat stabil. Tidak ada kasus rubberbranding ataupun lagging sama sekali selama proses permainan, membuat setiap pertempuran berjalan dengan begitu maksimal. Untuk saat ini, sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mencicipi Monster Hunter World dalam mode online.

Monster Hunter World juga menyuntikkan fitur unik lainnya seperti Guild Card dan Squad di dalamnya. Guild Card yang berfungsi tak ubahnya sebuah “kartu pengenal” yang bisa Anda kirimkan dan terima dari gamer lain bukan sekedar item kosmetik saja. Untuk Guild Card yang Anda terima dan kirimkan, Anda juga akan bisa mengakses karakter Palico dari mereka, untuk digunakan mengumpulkan material lewat fitur Tailraider yang akan terbuka di HR tinggi. Sementara Squad befungsi layaknya sebuah klan, dimana Anda yang bergabung di dalam Squad yang sama akan lebih mudah bergabung dalam satu sesi yang sama. Game ini juga menyuntikkan sebuah angka bernama “Unity” yang akan bertambah besar seiring dengan semakin seringnya Anda bermain dengan player yang sama. Namun sayangnya, hingga saat ini, tidak jelas apa yang bisa dilakukan oleh elemen yang satu ini.

1, 5, 14? Bebas!

Jika di game “Action RPG” atau RPG klasik yang lain, Anda selalu dibatasi oleh pemilihan peran / job yang juga menentukan seperti apa senjata atau armor yang bisa Anda kenakan, Monster Hunter World menawarkan fleksibilitas tanpa batas terkait hal yang satu ini. Bahwa semua player, terlepas apapun senjata yang mereka gunakan, akan bisa menggunakan armor manapun yang tersedia selama material mencukupi. Ini membuka ruang bagi kombinasi dan build apapun yang Anda inginkan, demi mendukung efek serangan atau gaya permainan yang ingin Anda kejar. Kerennya lagi? Hal yang sama juga terjadi dengan senjata. Tidak main-main, Monster Hunter World menawarkan sekitar 14 buah jenis senjata unik yang bisa Anda gunakan.

Dibagi ke dalam dua kategori besar: melee dan range, ke-14 senjata ini bukan sekedar berbeda dalam tampilan saja. Seolah seperti memainkan sebuah karakter dalam game fighting misalnya, senjata ini hadir dengan sifat dan karakteristik serangan khusus, animasi, serta beratnya masing-masing. Tidak sampai di sana saja, ia juga punya serangan kombinasi yang berbeda-beda pula yang butuh waktu untuk dipelajari. Setiap senjata juga punya sifat khusus untuk kepentingan berbeda. Sebagai contoh? Senjata melee yang tajam akan lebih mudah memotong bagian tubuh monster, hingga ia bisa diandalkan untuk mencari bagian ekor, misalnya. Sementara senjata melee yang tumpul seperti palu raksasa misalnya, lebih efektif untuk menghancurkan dan mematahkan bagian tubuh, juga untuk material yang lain.

Yang lebih kerennya adalah fakta bahwa Monster Hunter World memberikan ruang bebas bagi Anda untuk berganti senjata sebebas yang Anda inginkan, tanpa harus dibatasi oleh status tertentu. Anda bisa menjajal beragam senjata ini kapapun Anda inginkan. Mengingat progress perkembangan senjata yang Anda gunakan berbasis material, yang tentu saja akan berakhir terkumpul jika Anda sering melakukan farming dan grinding, Anda juga berkesempatan untuk langsung meloncat ke versi senjata lebih kuat jika di satu titik, Anda memutuskan untuk berganti senjata untuk sekedar menghilangkan rasa bosan atau Anda melihatnya sebagai solusi yang lebih efektif untuk menundukkan monster tertentu.

Karena, tidak ada senjata yang overpower dan sempurna di Monster Hunter World. Hampir semua senjata punya kekurangan dan kelemahannya sendiri-sendiri. Dari hal yang sederhana, seperti melee dan range misalnya. Senjata melee bisa berakhir menumpul dan butuh diasah selama proses berburu monster untuk memastikan damage yang tetap maksimal, sementara senjata range seperti bow tidak mengusung sistem itu, namun membutuhkan beragam jenis coating atau ammo untuk menghasilkan efek tertentu, yang tentu saja – berarti investasi uang lebih besar ketika berburu satu monster. Ada perbedaan yang jelas soal fungsi dan kombinasi senjata, seperti Insect Glaive yang bisa menghancurkan part tubuh musuh dengan lebih cepat namun kurang damage jika dibandingkan Charge Blade, yang ternyata punya fungsi berkebalikan.

Dengan semua keunikan ini, maka ke-14 senjata Monster Hunter World butuh waktu untuk dipelajari dan dikuasai. Berita baiknya? Tidak ada keharusan untuk menguasai kesemuanya, mengingat ia selalu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda bisa memainkan hanya satu senjata saja dari awal hingga akhir permainan, yang memang cocok dengan gaya bermain Anda. Atau bisa sekedar menguasai 5 dari 14 senjata tersebut untuk memastikan bahwa Anda punya lebih banyak opsi ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Atau jika Anda berniat, Anda bisa menjajal dan mempelajari setidaknya bagaimana caranya untuk menggunakan ke-14 senjata yang ada untuk membuat Anda bisa lebih beradaptasi pada monster seperti apa yang Anda hadapi. Kehadiran 14 senjata ini juga membuat Monster Hunter World punya “solusi” efektif untuk membuat rasa bosan Anda hilang, karena sensasi permainan akan otomatis menjadi baru dan menyegarkan tergantung pada senjata yang Anda gunakan.

Kehadiran varian senjata ini juga membuat Monster Hunter World meyediakan ruang yang lebih bersahabat bagi gamer pendatang baru, seperti kami. Beberapa senjata yang ada didesain punya kompleksitas tinggi, sementara yang lain berakhir noob-friendly dengan tanpa kebutuhan untuk menguasai atau mengerti mekanik yang lebih dalam. Sebagai contoh? Bow. Dengan kombinasi serangan yang sederhana dan sistem permainan yang didasarkan pada sistem charge, dengan gaya gameplay ala third person shooter, ia jadi senjata yang begitu nyaman bagi kami, noob pada franchise ini. Dengan hanya menggunakannya, kami siap ikut berkontribusi secara aktif dalam misi perburuan, sekaligus berjuang untuk bertahan hidup. Sementara di sisi lain, ada senjata seperti Insect Glaive yang akan meminta Anda untuk mengirimkan seekor kumbang unik demi mengumpulkan kekuatan yang jika terakumulasi baik, bisa berakhir dengan satu damage besar. Beberapa senjata membutuhkan kombinasi serangan yang pendek, sementara yang lain menuntut Anda berperan lebih aktif. Ada ruang untuk para noob yang luas, sama seperti veteran yang kembali untuk seri yang satu ini. Ini adalah sebuah seri untuk semua jenis gamer.

End-Game

Anda yang sempat membaca artikel Monster Hunter: World sebelumnya tentu sempat membaca bagaimana Capcom mengklaim bahwa mode cerita yang ditawarkan oleh seri teranyar ini bisa menawarkan gameplay sekitar 30 jam setidaknya, untuk menyelesaikan cerita yang ada. Percaya atau tidak, klaim ini sedikit rendah hati untuk menjelaskan betapa mudahnya ia menyita ratusan jam permainan. Mengapa? Karena cerita standar yang Anda temui di awal, dimana Anda harus bertemu dan menyelidiki soal Zorah Magdaros hanyalah secuil konten dari apa yang akan Anda temukan di Monster Hunter: World. Begitu menyelesaikannya, Anda akan masuk ke dalam “petualangan” yang baru dan sesungguhnya.

Setelah menyelesaikan mode cerita soal Zorah Magdaros, Anda masih belum bisa mengucapkan selamat pada diri Anda sendiri. Karena yang baru Anda selesaikan hanyalah fase yang disebut sebagai “Low Rank”. Ia merepresentasikan sebuah perjalanan menghabisi para monster yang berada di titik terlemah. Selesai menyelesaikannya, Anda akan secara resmi masuk ke dalam HR atau “High Rank” – pengalaman Monster Hunter World sesungguhnya. High Rank akan menawarkan monster varian baru seperti si Bezelguese, yang notabene merupakan seekor burung kolosal yang mirip pesawat bomber siluman yang menjengkelkan, hingga varian misi yang berbeda. High Rank juga akan mengeksplorasi cerita baru yang akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Low Rank. Dengan kehadiran monster yang kini punya tingkat kesulitan baru dan juga puluhan jenis armor yang baru serta material yang kini memungkinkan Anda untuk meracik senjata lebih kuat, High Rank bahkan akan menyita lebih banyak waktu Anda dibandingkan dengan Low Rank itu sendiri.

Selesai menyelesaikan High Rank dari sisi cerita dan bertarung dengan setidaknya 5 Elder Dragons yang siap untuk menghabisi Anda dengan begitu mudahnya, Anda akan masuk ke dalam sesi End-Game. Karena percaya atau tidak, Monster Hunter: World masih belum berhenti di titik ini. Dengan lepasnya cerita di High-Rank, angka Hunter Rank Anda kini dibebaskan dan bisa naik dengan angka maksimal mencapai 100 saat review ini ditulis. Namun tidak dengan mudah bisa Anda lakukan begitu saja, ada beberapa “checkpoint” yang harus Anda selesaikan untuk bisa melepas limit. Di level 29 misalnya, Anda harus mengalahkan dua buah Bezelguese sekaligus untuk bisa membuat level Anda lebih tinggi lagi. Kemudian di level 49, Anda harus bertarung melawan Kirin – sang Elder Dragons berbentuk unicorn dengan elemen listrik yang bisa membunuh Anda dengan satu serangan, terlepas dari betapa kuatnya armor Anda. Masih ada end-game yang menyibukkan di sana. Satu yang pantas diapresiasi adalah sistem kenaikan level HR yang terhitung mudah setelah checkpoint-checkpoint ini berhasil diberantas. Ia akan naik layaknya sistem level di game RPG dengan experience points yang akan selalu didapatkan, setiap kali Anda menyelesaikan misi tertentu, mendorong Anda untuk masuk ke mode online dan membantu gamer yang lain.

Tidak sekedar varian monster lebih kuat dengan nama “Temper” dengan aura warna ungu yang lebih brutal, agresif, dan bisa membunuh Anda dengan mudah, Monster Hunter World juga akan menawarkan mekanisme baru untuk membuat proses grinding di akhirnya menjadi sedikit lebih mudah ditangani. Menembus level 29 akan memberikan kemampuan untuk meracik Decorations dengan tingkat lebih tinggi, dengan tetap memanfaatkan RNG yang ada. Decorations sendiri merupakan sistem yang bisa disederhanakan dengan layaknya sistem gem di game-game MMORPG, sebuah elemen kecil yang akan memberikan Anda efek atau skill tertentu. Sementara di HR Rank level 50-an misalnya, Anda juga akan mendapatkan sistem baru yang melepas limitasi beragam equipment yang Anda miliki.

Maka dengan konten seperti ini, maka Monster Hunter World akan menawarkan konten hingga ratusan jam tanpa kesulitan. Sistem yang juga memotivasi untuk meloncat masuk ke dalam permainan gamer yang lain secara online untuk membantu mereka demi ekstra material, uang, dan juga level HR juga membuat Anda akan terdorong untuk terus aktif. Dengan semua material level tinggi yang lebih mudah diakses, kesempatan untuk meracik dan mengkombinasikan sistem senjata dan armor yang baru juga lebih terbuka lebar. Ini adalah sebuah lubang hitam penghabis waktu yang di awal kecil dan semakin membesar seiring dengan waktu permainan yang Anda lontarkan untuknya. Anda tidak akan bisa berhenti.

Skema DLC yang Fantastis

Jujur saja, kita sepertinya harus mengakui bahwa jika memang Capcom benar-benar tamak, mereka sebenarnya punya ruang yang sangat besar untuk menyuntikkan microtransactions di Monster Hunter World dan mendulang uang banyak darinya. Kita berbicara soal game yang punya banyak elemen crafting, yang berat di sisi grinding material, dan memainkan elemen RNG yang cukup kental di dalamnya. Jika Capcom berniat, mereka bisa menyulap game yang satu ini menjadi “FESTIVAL LOOTBOX” berbayar yang bisa saja berisikan material dalam jumlah banyak atau dengan kepastian mendapatkan item tertentu. Karena percaya atau tidak, jika Capcom berniat menjual satu buah lootbox berisikan sebuah gem langka untuk masing-masing varian dengan harga 50.000 Rupiah saja misalnya, kami yakin akan banyak gamer yang tidak berkeberatan untuk itu.

Dengan semua potensi untuk berakhir serakah dan mata duitan ini, fakta bahwa Capcom tidak berusaha melakukan kapitalisasi lebih jauh potensi ini pantas mendapatkan apresiasi yang lebih tinggi. Bahwa mereka lebih memilih untuk mempertahankan daya tarik Monster Hunter yang sudah mereka aplikasikan sejak rilis era handheld di masa lampau. Ini berarti, dukungan DLC yang hadir berkala, kolaborasi dengan franchise lain dalam bentuk event khusus, dan tambahan konten yang secara konsisten akan mendorong Anda untuk kembali dan kembali. Percaya atau tidak, itu akan jadi salah satu bahan pertimbangan positif untuk membeli Monster Hunter World itu sendiri. Apalagi, semuanya dijanjikan akan ditawarkan secara cuma-cuma.

Skema DLC yang ditawarkan cuma-cuma akan menyediakan lebih banyak quest, dengan dukungan patch yang secara konsisten mendukung proses balancing untuk gameplay itu sendiri. Capcom saat ini sudah memastikan kehadiran Deviljo sebagai monster selanjutnya yang diklaim, akan siap untuk menghadirkan kepanikan, bahkan untuk Anda yang sudah mencapai level tinggi sekalipun. Ada pula konfirmasi kolaborasi dengan beberapa franchise lain seperti Horizon Zero Dawn, Street Fighter, hingga Megaman untuk ekstra kostum dan serangan spesial yang ada. Capcom sepertinya punya komitmen yang jelas untuk memastikan game yang satu ini eksis untuk waktu yang cukup lama. Sebuah investasi waktu yang tentu saja, pantas untuk dipertimbangkan.

Kesimpulan

Maka dengan semua daya tarik yang ia tawarkan saat ini, baik bagi gamer veteran ataupun pendatang baru, rasanya sulit untuk tidak merekomendasikan Monster Hunter: World bagi semua gamer yang memang sudah membangun hype untuknya. Anda bisa merasakan bagaimana Capcom sudah berpengalaman meracik franchise ini, dengan dukungan ragam fitur yang terus memudahkan perjalanan Anda, dari alternatif cara untuk mendapatkan material hingga sekedar opsi untuk mempermudah Anda bergonta-ganti perlengkapan, misalnya. Semuanya kemudian dibalut ke dalam sebuah pengalaman Monster Hunter World yang adiktif dan menegangkan, yang juga berhasil membuka ruang bagi gamer pendatang baru untuk belajar dan menguasainya. Dikombinasikan dengan desain audio, soundtrack, desain monster, tingkat kesulitan, varian senjata, varian kombinasi kerjasama, mode online yang minim masalah teknis dari sisi gameplay, hingga konten yang siap untuk membuat Anda menghabiskan waktu hingga ratusan jam, Monster Hunter: World akan menarik Anda tenggelam dalam dunia yang ia tawarkan.

Tetapi tentu saja, ia tidak lepas dari kekurangan. Ada beberapa hal yang pantas untuk dicatat, walaupun tidak sampai pada titik merusak pengalaman gaming yang seharusnya. Sebagai contoh? Seperti hadirnya elemen bernama “Unity” yang sejauh ini tidak banyak berfungsi selain sebuah angka kerjasama dalam Squad untuk dipamerkan ke publik. Keluhan lain juga mengakar pada sistem guiding via “GPS” bernama Fireflies yang justru terkadang berakhir membingungkan ketika melakukan kalibrasi ulang saat monster bergerak pergi dan cepat. Usaha untuk menempatkan point lacak pada peta yang tersedia untuk hal-hal yang saling berdekatan satu sama lain juga jadi ekstra kerja keras yang lain. Tidak lupa, harus dicatat pula, bahwa ada beberapa user-interface spesifik yang masih butuh penyederhanaan. Sebagai contoh? Seperti sistem misi “Investigations” yang terkadang dipenuhi dengan misi-misi sampah tanpa ada opsi untuk melakukan filter secara otomatis, misalnya, apalagi jika Anda sudah berada di HR tinggi.

Namun di luar kekurangan tersebut, Monster Hunter World adalah sebuah game yang luar biasa. Kembalinya franchise ini ke konsol rumahan tidak hanya sekedar pantas disambut dengan tangan terbuka, tetapi juga berhak mendapatkan acungan dua jempol untuk apapun yang ia tawarkan. Memang aneh untuk membicarakan kandidat Game of the Year di awal tahun berlangsung, apalagi mengingat ada banyak game raksasa yang bertebaran di sepanjang 2018 ini. Kami setidaknya cukup optimis bahwa Monster Hunter World akan dengan mudah bersaing sebagai salah satu game RPG atau multiplayer terbaik yang Anda cicipi tahun ini. Sebagus dan sekeren, itu.

Kelebihan

  • Gameplay adiktif
  • Ramah bagi pendatang baru
  • Desain monster dan tingkat kesulitan yang ditawarkan
  • Desain armor yang keren
  • Membuka ruang untuk bereksperimen dengan build dan senjata
  • Ada banyak cara alternatif untuk proses grinding, tidak terasa melelahkan
  • Waktu gameplay super panjang
  • Skema DLC yang menjanjikan
  • Hampir sebagian besar fitur memfasilitasi permainan dengan baik, dari sistem loadout, restock instan, dan sejenisnya

Kekurangan

  • Fireflies yang berperan sebagai navigasi utama terkadang berakhir membingungkan
  • Beberapa user-interface masih butuh disederhanakan
  • Sulit melacak ikon pada peta ketika posisinya berdekatan
  • Bazelguese