Review Bayonetta 2 – RPG Action Nintendo Wii U

bayonetta 2

Tahun 2014 adalah tahunnya Nintendo Wii U, kalimat yang satu ini tampaknya tidak berlebihan. 2 tahun, inilah waktu yang dibutuhkan oleh Nintendo untuk membuat produk andalannya ini kian matang dan mampu menawarkan daya tarik yang jauh lebih kuat, setidaknya di persaingan konsol generasi terbaru. Di atas kertas, Wii U memang lemah, namun hal ini selalu dikompensasi dengan rilis judul-judul game yang tampil menarik dan adiktif di sisi gameplay. Menariknya lagi, segudang game eksklusif ini akhirnya meluncur tahun ini setelah proses pengembangan yang cukup lama. Setelah Mario Kart 8 yang memesona dan Hryule Warriors yang cukup unik, kini giliran sang proyek terbaru – Bayonetta 2 lah yang harus membuktikan diri.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya cukup gambaran apa yang ditawarkan oleh Bayonetta 2 dari Platinum Games ini. Menjadi momen yang sangat membahagiakan untuk melihat “tante” seksi yang satu ini beraksi kembali, dengan cita rasa game action yang tampil begitu memesona. Aksi yang secara konsisten memacu adrenalin Anda menjadi salah satu nilai jual yang menarik, sekaligus menjadi elemen yang kian menguatkan cerita, music, dan desain yang pantas untuk diacungi jempol. Menariknya lagi, selain menyuntikkan Bayonetta pertama di bundle penjualan yang sama, Nintendo dan Platinum juga bereksperimen dengan mode multiplayer online yang unik.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai salah satu calon game terbaik untuk tahun 2014 ini? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Beberapa bulan dari event pertama, Bayonetta yang kini hadir dengan tampilan baru, berusaha menikmati hari-hari damainya bersama dengan dua karakter pendukung yang lain – Enzo dan Jeanne. Kemampuannya sebagai seorang Umbra Witch membuat Bayonetta mampu merasakan ketidakseimbangan energi di udara, terutama ketika cahaya (malaikat) dan kegelapan (iblis) tengah mempersiapkan diri demi konflik yang lebih besar. Benar saja, hanya dalam waktu singkat, Bayonetta kembali harus beraksi melawan serangan para malaikat, yang entah karena alasan apa, turun ke bumi dan menyerang mereka. Bayonetta dan Jeanne dengan mudah menundukkan mereka, namun ada satu kejutan lain yang terjadi. Summon iblis yang seharusnya menjadi tulang punggung aksi Bayonetta justru menyerang balik dan berhasil membunuh Jeanne. Arwah Jeanne pun terlepas dari tubuhnya dan diseret ke neraka. Bayonetta kini mengemban tugas baru, membawa sang teman baiknya ini kembali!

Berdasarkan informasi dari Enzo, satu-satunya alternatif solusi yang bisa dilakukan Bayonetta saat ini adalah berangkat menuju ke Gunung Fimbulventr yang selama ini dipercaya menyimpan gerbang neraka yang sesungguhnya. Bayonetta bisa merebut paksa arwah Jeanne dan menyelamatkan sahabatnya ini. Di tengah perjalanan, Bayonetta bertemu dengan sesosok anak kecil misterius yang juga tampaknya tengah disibukkan dengan serangan dari Surga. Anak yang akhirnya dikenal sebagai Loki ini juga tengah berjuang menuju puncak gunung Fimbulventr, namun untuk alasan yang ia sendiri tidak ketahui. Loki tampaknya kehilangan ingatan dan bergerak hanya berdasarkan sisa sisa memori yang ia miliki. Memutuskan untuk bergerak bersama menuju ke puncak gunung, apalagi dengan ancaman yang secara konsisten menghampiri Loki, Bayonetta harus berhadapan dengan ancaman yang bahkan lebih mematikan.

Ia tiba-tiba diburu oleh sesosok Lumen Age – kelompok tandingan Umbra Witch yang secara konsisten memburunya. Bertarung beberapa kali dengan kekuatan yang seimbang, Bayonetta terserap ke dalam misteri sosok Loki yang lebih besar. Ia juga bertemu dengan sosok misterius lain yang mengaku mengenal Loki, sekaligus mengindikasikan peran yang lebih besar baginya di dalam situasi ini.

Lantas, mampukah Bayonetta menyelamatkan Jeanne? Siapa sebenarnya Loki? Siapa pula sosok Lumen Sage dan sang sosok misterius yang secara konsisten berusaha menghentikan sepak terjang Bayonetta? Semua pertanyaan ini tentu saja bisa Anda jawab dengan memainkan Bayonetta 2 ini.

Game Terbaik Tahun 2014

Sebagian besar dari Anda mungkin langsung mengemukakan pertanyaan yang satu ini? Secara visual, keterbatasan perangkat keras Nintendo Wii U memang tidak mampu menghasilkan sebuah game Bayonetta yang tampil luar biasa di sisi visual. Anda memang masih mendapatkan detail tekstur karakter yang terhitung baik, namun berantakan di setting yang ada. Namun untungnya, kelemahan ini sendiri mendapatkan kompensasi yang sangat sepadan – permainan game action yang berhasil menawarkan pengalaman 60fps secara konsisten. Sebuah pilihan yang esensial untuk mengakomodasi gaya permainannya yang beritme cepat dan butuh presisi gerakan yang tinggi. Lantas, apa yang sebenarnya yang ditawarkan Bayonetta 2 hingga membuat kami jatuh hati? Apa yang membuatnya menjadi kandidat terkuat untuk game terbaik di tahun 2014 ini – setidaknya menurut JagatPlay?

Secara mekanik gameplay, Bayonetta 2 sebenarnya tidak banyak berbeda dari seri Bayonetta pertama. Untuk menempuh progress dalam cerita, tugas Anda sederhana, sebagian besar dihabiskan dengan menundukkan setiap monster biasa dan boss yang Anda temui di sepanjang perjalanan. Untuk mencapai misi ini, Anda bisa melemparkan perintah serangan pukulan dan tendangan Bayonetta dalam runtut tertentu, untuk mengakses kombinasi serangan yang lebih mematikan. Kombo-kombo ini akan menawarkan damage lebih besar dan efek area yang lebih luas. Berhasil mendaratkan serangan terus-menerus, Anda akan mengumpulkan butiran magic yang jika sudah terakumulasi penuh akan bisa digunakan untuk mengakses dua serangan yang lebih kuat – Torture Attack dan Umbran Climax.

Torture Attack, seperti halnya Bayonetta pertama, merupakan sebuah serangan finisher dengan efek super kejam yang akan bisa melemparkan damage masif atau menghancurkan musuh yang Anda temui secara instan. Hanya berlaku untuk satu unit musuh, seberapa besar damage yang Anda hasilkan akan sangat bergantung pada seberapa cepat Anda menekan tombol yang tersemat di layar utama. Sementara Umbran Climax yang juga mengakses jumlah Magic yang sama – diposisikan sebagai penguatan serangan biasa yang sudah Anda miliki. Memberikan boost damage besar, efek khusus, dan damage area yang lebih luas. Menjadi jawaban paling tepat untuk memudahkan pertempuran, apalagi ketika Anda tengah dikerubungi oleh makhluk surga – neraka yang berusaha menyeret arwah Anda.

Namun Bayonetta 2 bukanlah sebuah game action yang memungkinkan Anda untuk hanya melemparkan pukulan membabi buta dan berharap meraih kemenangan. Dengan sumber untuk memulihkan health yang terbatas, kunci untuk bertahan hidup dan menang justru terletak pada mekanime evade yang ia tawarkan. Untuk setiap serangan yang berhasil Anda hindari di waktu yang tepat dengan menggunakan perintah Evade yang ada, Bayonetta akan masuk ke dalam kondisi khusus bernama – Witch Time. Pada intinya, Witch Time akan menghentikan waktu selama beberapa detik, memungkinkan Anda untuk melemparkan serangan kombinasi tanpa harus menanggung resiko apapun selama periode ini. Tidak hanya berlaku untuk melawan musuh biasa, Witch Time juga menjadi ujang tombak untuk menundukkan sebagian besar boss yang Anda temui. Tidak hanya hadir besar, mereka juga hadir dengan varian serangan area, cepat, dan ekstra health yang tebal. Menentukan kapan waktu melakukan evade, memicu Witch Time, menyerang tanpa resiko, mengumpulkan magic dan mengakses Umbran Climax, sembari terus melakukan evade akan menjadi kunci untuk menundukkan game yang satu ini. Sekedar menyerang terbuka? Alih-alih menang, Anda akan sering bertemu dengan tulisan “Continue?” di halaman utama Anda.

Pertarungan berjalan sangat cepat, chaos, namun akan tetap bisa dikuasai selama Anda memang sudah menguasai mekanisme Witch Time. Di tengah gempuran serangan yang bertubi-tubi, gesture pra-serangan musuh akan jadi clue terbaik. Seperti halnya game action dengan tipe seperti ini, Bayonetta juga pasti harus berhadapan dengan beberapa sekuens gameplay lain di luar pertarungan, pastinya. Eksplorasi menjadi salah satunya. Untuk dapat bergerak cepat, Bayonetta dapat berubah menjadi tiga binatang untuk mencapai akselerasi maksimal: panther jika di darat, sejenis ular naga ketika di air, dan burung jika di udara. Ada segudang item dan equipment yang bisa Anda dapatkan jika Anda cukup rajin menjelajahi setiap chapter yang ditawarkan game yang satu ini. Ada item biasa yang bisa digunakan secara instan dalam gameplay untuk memberikan efek tertentu, seperti penyembuh atau memperkuat damage serangan Anda misalnya. Namun tidak hanya itu saja, Anda juga bisa mengumpulkan beragam komponen-komponen kecil untuk diracik menjadi item jika dibutuhkan. Senjata berbeda yang Anda beli dan dapatkan, selain cocok untuk digunakan di momen tertentu, juga dapat mempengaruhi tampilan Bayonetta itu sendiri.

Selain item dan senjata yang tersembunyi, Anda juga bisa mengumpulkan mata uang bernama “Halo” dari setiap musuh atau sesi yang berhasil Anda selesaikan. Halo yang terkumpul bisa digunakan untuk bebelanja senjata, aksesoris untuk menghasilkan efek tertentu bagi Bayonetta di gameplay, costume, item, hingga teknik serangan baru. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengakses toko milik Rodin yang bisa dibuka sebelum Anda memasuki Chapter baru atau lewat lingkaran merah yang Anda temukan di dalam permainan. Selain item dan equipment, Anda juga bisa berburu pecahan jantung dan mutiara, yang jika dikumpulkan dalam jumlah tertentu, akan memperpanjang bar health dan magic milik Bayonetta. Ada banyak hal yang bisa Anda kejar, jika Anda termasuk gamer yang terhitung perfeksionis ketika menyelesaikan sebuah game.

Lantas, apa yang membuat Bayonetta 2 layak tampil sebagai game terbaik tahun ini? Karena sebagian besar deskripsi kami di atas mungkin tidak terlalu meyakinkan. Alasan utamanya terletak pada keseriusan Platinum Games untuk mengembangkan game yang satu ini. Sikap Nintendo yang tidak terburu-buru tampaknya memberikan banyak waktu bagi Platinum untuk memvisualisasikan sebuah game Bayonetta terbaru yang mereka inginkan, dari sisi cerita, musik, hingga gameplay. Terlepas dari pendekatan “klasik” yang ia tawarkan, Bayonetta 2 menawarkan jalinan pengalaman game action yang begitu padat, tanpa pernah sekalipun terjebak pada momen membosankan atau monoton. Adrenalin Anda terus dipacu, dari satu chapter ke chapter lainnya, secara konsisten. Satu kesan kentara yang kami dapatkan, Bayonetta 2 adalah salah satu game action paling “niat” yang kami nikmati selama beberapa tahun terakhir ini.

Bayangkan saja, Anda akan bertemu dengan varian musuh dan boss baru, untuk setiap chapter yang Anda temui, dengan total lebih dari belasan chapter yang tersedia. Tidak jarang, satu chapter bahkan menuntut Anda untuk melawan dua varian musuh yang baru. Setiap varian musuh baru ini hadir dengan karakteristik serangan uniknya sendiri, yang berarti secara konsisten menawarkan tantangan baru untuk Anda pelajari dan tundukkan, terutama menyangkut timing serangan dan kapan melakukan evade untuk memicu Witch Time secara efektif. Tidak akan ada sama sekali kesempatan bagi Anda untuk merasa bosan. Apalagi ketika harus berhadapan dengan pertempuran boss dengan ukuran super raksasa. Ketika game action serupa lainnya biasanya akan menyiasati hal ini dengan sistem “QTE sinematik” untuk membuat pertempuran berjalan mudah dan menarik, Bayonetta 2 hadir dengan identitas lebih klasik? Bertemu dengan boss super besar? Selamat bertarung secara frontal pula, yang sudah pasti sulit dan butuh kesabaran untuk ditundukkan. Sensasi seperti inilah yang ditawarkan oleh Bayonetta 2.

Tidak hanya itu saja, kegilaan ide yang dimiliki oleh Hideki Kamiya juga tercermin sangat jelas di sini. Bayonetta 2 hadir dengan karakteristik yang sangat absurd, cenderung berlebihan, dan justru membuatnya terlihat jauh lebih menarik sebagai seorang karakter. Kapan lagi Anda menemukan tokoh protagonis wanita manis dan sensual yang mampu menendang sebuah pesawat jet keluar jalur hanya dengan menendangnya? Platinum melakukan hal tersebut dan mengintegrasikannya dengan manis di dalam gameplay. Naik ke atas pesawat jet dan bertarung melawan lusinan monster raksasa atau berlari kencang di atas sebuah unicorn yang lahir dari panasnya api neraka? Di tengah usaha banyak game untuk tampil serealistis mungkin, Bayonetta 2 seolah melemparkan alasan yang kuat, mengapa video game sudah seharusnya berperan sebagai video game – sebuah proyek kreatif yang punya kebebasan untuk dikembangkan menjadi apapun, selama ia menawarkan tantangan dan rasa senang.

Dengan kombinasi karakter, gameplay yang optimal, Bayonetta 2 juga tampil memesona di sektor yang lain. Musik yang luar biasa akan menemani Anda di setiap, pertarungan yang Anda jalani, apalagi jika remix dari Moon River mulai mengalir – menawarkan atmosfer sensual, klasik, namun kuat di saat yang sama, mencerminkan sosok Bayonetta itu sendiri. Tidak hanya desain karakter, terutama Bayonetta yang kini terlihat lebih elegan, setiap chapter yang Anda temui juga akan hadir dengan desain tempat unik dan berbeda, dengan aset yang juga tampil berbeda. Menyelam ke dalam Neraka, bertarung di tengah kota bergaya Eropa, atau terbang di atas awan tanpa rasa takut, Bayonetta 2 menawarkan itu semua. Kombinasi mematikan yang akan membuat gamer action manapun, jatuh hati.

Dukungan Nintendo yang Luar Biasa!

Nintendo selama ini memang selalu diasosiasikan sebagai “konsol anak-anak”, berkat franchise mereka yang memang melekat para karakteristik segala umur, yang bisa dinikmati oleh mereka yang baru belajar cara memegang gamepad, hingga mereka yang sudah menikah sekalipun. Nama-nama game seperti Mario, Zelda, Donkey Kong, dan Pokemon berkontribusi pada hal tersebut. Oleh karena itu, sempat ada sedikit rasa kekhawatiran bahwa campur tangan Nintendo pada Bayonetta akan mencabut sosok ini dari karakter yang membuat ia begitu dicintai di masa lalu – seorang wanita kuat, anggun, dan super seksi di saat yang sama. Namun apa yang terjadi ketika kami menjajal Bayonetta 2 ini? Dengan sangat jelas, Nintendo terlihat memberikan kebebasan yang lumayan absolut bagi Platinum Games untuk melakukan apapun yang mereka mau dengan franchise ini. Tidak hanya membiarkan, dukungan juga terlihat. Bayonetta di Bayonetta 2 tetaplah sosok sama yang akan membuat irama jantung Anda berdetak tidak karuan, seperti halnya di seri pertama.

Nintendo bahkan terlihat sangat mendukung Bayonetta 2 ini. Mengumpulkan Halo dalam jumlah yang cukup, Anda bisa mengakses beragam kostum yang bisa digunakan Bayonetta di dalam gameplay. Beberapa kostum hadir standar, dan sekedar menawarkan ekstra kosmetik dan cosplay untuk Bayonetta sendiri. Pakaian polisi wanita atau pesta yang anggun, pakaian sekolah yang seksi, atau kembali ke wujud Bayonetta di seri pertama, Anda bisa membeli semua kostum tersebut dan mengaktifkannya sebelum masuk ke dalam chapter tertentu. Namun tidak hanya kostum “standar” ini saja, Nintendo juga memberikan beberapa kostum karakter ikoniknya untuk digunakan oleh Bayonetta ketika beraksi.

Dengan membeli item Super Mirror di Rodan, Anda bisa membuka kostum berbagai karakter khas Nintendo untuk dikenakan, tentu saja dengan desain seksi ala Bayonetta. Anda bisa menggunakan pakaian Peach – sang putri dari Mario, Metroid, Link dari Zelda, hingga Star Fox. Tidak hanya kosmetik, kostum ini juga mengubah beberapa aspek di sisi gameplay. Mengenakan kostum Peach misalnya, akan membuat semua Halo yang Anda kumpulkan di game ini berubah menjadi koin emas khas Mario, lengkap dengan bunyi sound effect khasnya. Tidak hanya itu saja, serangan Weaver yang biasanya berbentuk kaki raksasa dari rambut Bayonetta kini berubah menjadi anggota bagian tubuh Bowser raksasa. Mengenakan kostum Metroid dan Anda bisa melakukan charge cannon dan bergerak cepat menjadi bola. Sementara dari sisi gameplay, mengenakan kostum Link mungkin yang paling signifikan. Bermodalkan Master Sword dan sang perisai, pedang ini menawarkan gaya bertarung unik untuk Bayonetta, termasuk kesempatan untuk melakukan blok serangan yang menihilkan semua damage yang datang.

Menariknya lagi? Terlepas dari karakter Nintendo yang digunakan di sini, Nintendo tidak menahan diri untuk tetap menonjolkan sisi sensualitas Bayonetta yang kentara. Rok pendek, celana dalam yang terlihat menggoda, hingga belahan dada yang eksplisit. Nintendo truly know what we want from Bayonetta, for sure..

Kini Hadir dengan Mode Multiplayer

Ini mungkin menjadi kejutan yang tidak pernah diprediksi sebelumnya, namun Bayonetta 2 juga mengusung mode multiplayer – campuran kooperatif dan kompetitif – bernama Tag Climax. Pada intinya, ia akan menjadi alternatif terbaik bagi Anda yang memang butuh Halo dalam jumlah masif untuk berbelanja, itupun jika Anda cukup percaya diri.

Terbagi ke dalam 6 kali ronde, Tag Climax akan memuat Anda dan satu user lainnya di dalam ruang yang sama. Sebelum mulai beraksi, Anda akan diberi kebebasan untuk memilih karakter (antara Bayonetta – Jeanne – Rodin) dan kostum favorit Anda, serta tentu saja – ekstra kombinasi senjata yang paling menjadi favorit Anda. Ditampilkan dalam bentuk puluhan Verge Cards, Tag Climax akan menuntut Anda berdua saling bahu-membahu untuk menundukkan beragam rintangan yang ada, dari menghancurkan dan bertahan hidup dari gempuran musuh yang datang secara bergelombang, hingga mereka ulang pertempuran boss yang sudah sempat Anda temui di mode single player sebelumnya. Menariknya lagi, Anda juga bisa mendapatkan pertempuran unik seperti 2 vs 2, Anda berdua melawan kombinasi Rosa + Baldar yang tidak ada di single player. Anda juga berkesempatan untuk menaikkan tingkat kesulitan setiap stage pilihan Anda ini untuk menjamin jumlah Halo lebih besar. Bertarung bersama, Anda akan berbagi Witch Time jika salah satu berhasil memicunya. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menghidupkan kembali teman Anda dalam waktu terbatas jika mereka tunduk karena serangan musuh.

Sistem kooperatif ini ternyata juga menyematkan sedikit elemen kompetitif di dalamnya. Sebelum memulai pertempuran, Anda bisa bertaruh jumlah Halo untuk memperdalam pundi-pundi yang Anda miliki. Pemenang dari taruhan ini akan ditentukan oleh siapa yang berhasil memanen skor lebih tinggi, yang tentu saja, ditentukan dari seberapa efektif Anda beraksi di medan pertarungan – melemparkan damage lebih besar, menerima damage lebih kecil, memicu Umbran Climax, dan lainnya. Proses matchmaking tidak hanya bisa dilakukan bersama dengan orang lain yang Anda temui, Tag Climax juga memungkinkan Anda mengudang teman dari Friend List Anda. Anda juga bisa mengganti posisi karakter kedua ini dengan CPU.

Bundle dengan Bayonetta 1!

Ini mungkin salah satu keputusan terbaik yang dilakukan oleh Nintendo terkait Bayonetta 2. Untuk mengakomodasi kemungkinan bahwa gamer mungkin belum mengenal origin dari petualangan Bayonetta sendiri, Nintendo memutuskan untuk ikut menyertakan Bayonetta pertama dalam bundle penjualan Bayonetta 2. Bagian yang bahkan lebih baik? Kebijakan ini sama sekali tidak berpengaruh pada harga yang ditawarkan. Nintendo memutuskan untuk mengadopsi kebijakan harga game AAA yang tidak banyak berbeda, untuk dua ekstra konten besar, yang keduanya tersedia dalam bentuk fisik. Oh, how we love you, Nintendo..

Dari sisi visual, sayangnya Nintendo tidak melakukan perombakan berarti. Anda masih bisa melihat betapa usangnya tekstur yang digunakan di game yang satu ini, waluapun tidak lantas, mencederai pengalaman yang Anda dapatkan. Sistem kombinasi serangan yang serupa juga tetap dipertahankan di sini. Walaupun demikian, Bayonetta pertama versi Wii U ini tentu saja jauh lebih nyaman dimainkan, berkat framerate yang juga didorong ke batas 60fps. Aksi, cerita, dan semua hal yang membuat Bayonetta pertama berhasil membangun basis fans besar, dipertahankan di sini. Nintendo bahkan menyempurnakannya dengan ekstra kostum karakter Nintendo seperti di Bayonetta 2, yang juga hadir dengan ekstra efek unik tertentu.

Kesimpulan

Salah satu game terbaik yang kami cicipi tahun ini, tidak ada lagi kesimpulan yang lebih pantas untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh Bayonetta 2. Kekhawatiran bahwa campur tangan Nintendo akan membuat Bayonetta 2 terasa terlalu “anak-anak” langsung sirna begitu Anda mencicipinya sejak pertama kali. Ia tetap Bayonetta yang selama ini kita kenal, yang hanya mendapatkan perubahan penampilan, yang justru pantas untuk diacungi jempol. Pertarungan super cepat, chaos, yang secara konsisten menuntut konsentrasi tinggi untuk melakukan evade dan mengakses kombinasi serangan paling mematikan akan membuat level adrenalin Anda senantiasa terjaga. Dengan setiap chapter yang hadir dengan desain level berbeda dan varian musuh atau boss baru, Anda sama sekali tidak akan merasakan pengalaman yang monoton dan membosankan di sini. Dengan ekstra musik yang mengalun pas, bundle dengan Bayonetta 1, cerita yang menarik, dan pertempuran yang berjalan di 60fps, sulit untuk tidak jatuh hati pada game yang satu ini. Platinum Games berhasil mempertahankan dan bahkan memperkuat alasan mengapa Bayonetta begitu dicintai di mata para pecinta game action.

Tidak ada keluhan yang signikan untuk game yang satu ini. Namun jika harus membicarakan hal apa yang dirasakan cukup mengganggu, maka loading time yang ada memang harus diakui, sedikit menyebalkan. Nintendo memang berusaha memfasilitasi banyaknya waktu loading ini dengan sesi dimana Anda bebas beraksi dan berlatih kombo di dalamnya, namun tidak banyak membantu. Loading time ini bahkan lebih menjengkelkan lagi ketika Anda keluar dan masuk toko neraka milik Rodin untuk sekedar browsing senjata dan melihat berapa jumlah Halo yang perlu Anda kumpulkan. Loading, masuk ke toko, lihat item beberapa detik, keluar, dan Anda harus berhadapan dengan loading kembali.

Namun di luar catatan yang satu ini, Bayonetta 2 tampil sangat luar biasa. Kombinasi semua elemen yang ditawarkan terasa sangat pas, membuatnya tampil sebagai sebuah game action dengan cita rasa klasik yang sangat mudah untuk dinikmati dan dicintai. Bersama dengan Mario Kart 8, Bayonetta 2 menjadi satu alasan yang kuat dan pantas untuk bagi banyak gamer mulai menjadikan Wii U sebagai alternatif konsol gaming yang menarik.

Kelebihan

  • Cerita yang menarik
  • Karakter Bayonetta yang tetap bertahan, bahkan lebih baik
  • Voice acts yang hidup
  • Gameplay yang akan terus memacu adrenalin Anda
  • Desain lingkungan dan boss yang sangat bervariasi
  • Pengalaman yang selalu segar di setiap chapter, tanpa ada rasa monoton sama sekali
  • Musik yang membuat atmosfer pertempuran Anda kian epik
  • Multiplayer yang unik
  • Dukungan kostum Nintendo yang keren

Kekurangan

  • Waktu Loading yang terkadang cukup menyebalkan