Review Fatal Frame : Maiden of Black Water

fatal frame maiden of black water

Fatal Frame adalah sebuah judul game yang sudah cukup jarang ditemukan oleh para gamer di luar Jepang. Game horor yang kental budaya Jepang ini terakhir kali dirilis secara internasional pada masa PS2 dahulu dan iterasinya di console Wii tidak pernah sampai pada gamer di luar negeri sakura.

Setelah menunggu sekitar enam tahun, akhirnya penggemar di luar Jepang kembali kebagian seri Fatal Frame terbaru, yaitu Fatal Frame: Maiden of Black Water untuk Wii U. Karena versi demonya sudah tersedia di eShop, tanpa pikir panjang saya langsung mencobanya saja. Saya harus jujur, ini adalah Fatal Frame pertama saya karena saya tidak sempat secara langsung mencoba beberapa seri Fatal Frame sebelumnya.

Kesan pertama saya waktu memainkan Fatal Frame: Maiden of Black Water adalah ini merupakan game horor dengan pacing paling lambat yang pernah saya mainkan. Pacing yang saya maksud di sini bukan dari unsur cerita, melainkan dari gameplay yang akan kalian mainkan.

Gerakan dari Yuri, salah satu karakter dalam game ini, terasa sangat lambat. Entah dari gerakan berlari atau gerakan mengambil barang yang rasanya terlalu didramatisir, semuanya terasa sangat lambat dan kadang membuat diri saya jadi gereget sendiri. Iqbal yang ikut menonton saya bermain bahkan tertidur di tengah permainan saking lambatnya Yuri bergerak.

Saya yakin pacing yang lambat ini memang salah satu elemen dari desain permainan, karena saya rasa Koei Tecmo ingin memberikan pengalaman horor yang dipenuhi build-up. Contoh lain adalah ketika kalian membuka pintu, maka Yuri akan membuka pintu tersebut dengan perlahan sambil mengintip.

Kita sebagai pemain dipaksa untuk berimajinasi sendiri tentang ada apa di balik pintu tersebut selama beberapa detik sebelum akhirnya kita mengetahui bahwa … tidak ada apa-apa di sana. Oke, mungkin build-up yang dihadirkan terlalu berlebihan sehingga seakan-akan ekspektasi kita sudah terlebih dahulu dipatahkan sebelum melihat hal yang seram-seram.

Sebagai seorang psychometer, Yuri diceritakan memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Selain melihat para arwah yang gentayangan, Yuri juga memiliki kemampuan shadow reading yang akan berguna untuk menunjukkan ke mana lokasi yang harus ia tuju. Kemampuan ini mengingatkan saya dengan laser penunjuk jalan yang ada di Dead Space dan sangat berguna untuk tipe permainan seperti ini.

Bicara soal penunjuk jalan, Fatal Frame: Maiden of Black Water memang sebuah game horor linear yang dibagi dalam beberapa level, namun setiap level juga bisa dieksplorasi dengan agak bebas. Banyak barang tersebar di sudut-sudut jalan dan jangan lupa juga bahwa akan ada banyak hantu di berbagai tempat yang tidak kalian duga. Secara keseluruhan, hal ini mengingatkan saya dengan game horor klasik seperti Resident Evil dan Silent Hill.

Lalu, kita masuk ke bagian penggunaan kamera Obscura yang saya rasa sangat pas untuk Wii U. Bagi yang belum tahu, seri Fatal Frame adalah game horor dengan musuh berwujud hantu yang seram. kalian bisa mengusir hantu-hantu tersebut dengan dengan cara mengambil gambar mereka menggunakan kamera Obscura.

Ketika kalian menggunakan kamera Obscura, maka sudut pandang akan berubah ke sudut pandang orang pertama. kalian nantinya akan “menyerang” hantu yang ada dengan cara mengambil gambar mereka, namun tidak sembarangan gambar saja. kalian harus membidik kelemahan mereka yang ditandai dengan lingkaran pada layar gamepad Wii U. Semakin banyak lingkaran yang tertangkap, maka damage yang diberikan juga semakin besar.

Nah, dengan menggunakan gamepad, kalian akan lebih leluasa dalam mengambil gambar. Orientasi gambar juga bisa disesuaikan sesuka hati dengan memutar gamepad. Jika kelemahan para hantu ada dalam satu garis vertikal, maka kalian cukup memutar gamepad milikmu sembilan puluh derajat dan ambil fotonya. Hanya saja, bersiaplah untuk sering berganti fokus antara layar televisi dengan layar gamepad. Jika tidak biasa seperti yang terjadi pada saya, maka kalian sering kali bingung ketika tengah menghadapi hantu.

Ada pula fitur yang disebut Fatal Frame, yaitu ketika kalian berhasil mengambil gambar musuh tepat di waktu sebelum musuh menyerang. Dengan melancarkan Fatal Frame, maka kalian tidak akan menggunakan film sama sekali ketika kalian menangkap gambar hantu. Ya, kalian menggunakan film pada kamera Obscura milikmu sebagai amunisi. Film yang kalian bisa gunakan memiliki tipe dan kekuatan yang berbeda-beda serta bisa langsung diganti di tengah pertarungan.

Kamera Obscura yang kalian miliki juga bisa diperkuat dengan upgrade, seperti ketika kalian memperkuat sebuah senjata api. Mulai peningkatan daya serang, peningkatan kecepatan mengisi ulang film, atau penambahan lensa yang memberikan efek serangan tertentu bisa diatur dalam kamera kepunyaanmu.

Upgrade bisa dilakukan dengan cara menggunakan poin yang dikumpulkan saat kalian mengalahkan hantu, atau ketika kalian berhasil mengambil gambar ketika terjadi “Shutter Chance”. Yang dimaksud dengan “Shutter Chance” di sini adalah ketika ada sebuah kejadian seperti flashback atau ketika hantu tertentu muncul di layar dalam waktu sekejap. Jika kalian berhasil menangkap momen tersebut, maka kalian akan mendapatkan poin besar yang berguna untuk melakukan upgrade atau untuk membeli barang.

Sebuah mekanisme baru bernama “Wetness Meter” juga diperkenalkan dalam Fatal Frame: Maiden of Black Water. Semakin tinggi “Wetness Meter”, maka akan semakin basah juga sang karakter yang kalian kendalikan. “Kebasahan” dalam Fatal Frame: Maiden of Black Water bisa memberikan efek tertentu yang bisa menguntungkan serta merugikan.

Semakin basah karaktermu, maka daya serangan menggunakan kamera Obscura akan meningkat, namun jumlah hantu yang muncul juga akan semakin tinggi serta serangan mereka juga ikut menguat. Sayangnya, saya gagal fokus dalam permainan. Kebasahan ini malah membuat saya memperhatikan pakaian Yuri yang mulai sedikit terlihat transparan. Yah, anggap saja ini efek yang menguntungkan.

Atmosfer yang dihadirkan dalam Fatal Frame: Maiden of Black Water juga terhitung cukup mencekam. Lingkungan yang digambarkan terlihat gelap, dingin, dan minim pencahayaan jelas sangat memberikan perasaan tidak nyaman ketika dilalui. Lalu, hal tersebut diperkuat lagi dengan kemunculan arwah dalam beberapa detik di tempat-tempat tertentu … atau di belakangmu. Saya tidak heran bila atmosfer dalam game DreadOut juga diinspirasi oleh seri yang satu ini.

Namun, entah mengapa semua hal ini tidak terlalu mengerikan, setidaknya bagi saya. Momen-momen sureal yang membuat bulu kuduk berdiri memang sempat saya lihat, tapi rasanya belum cukup seram.

Mungkin ini karena saya baru mencoba dua episode yang ada dalam demo Fatal Frame: Maiden of Black Water, atau karena saya terlalu fokus pada Yuri yang penampilannya didesain sangat menarik (Koei Tecmo tahu cara mendesain karakter yang menarik mata). Siapa tahu ada hal mengerikan yang menanti begitu saya memutuskan untuk memainkan game ini lebih lanjut … suatu saat nanti