Ulasan Marvel’s Spiderman Playstation 4

marvel's spiderman

Apa game superhero terbaik yang pernah kamu cicipi hingga saat ini? Menemukan game dengan tema seperti ini di kualitas yang menjanjikan memang bukan pekerjaan yang mudah. Ada kebutuhan untuk tidak sekedar memastikan bahwa semua kekuatan sang superhero diadaptasikan secara proporsional ke dalam game, tetapi juga tuntutan untuk mengembangkan sebuah cerita dan atmosfer yang tepat untuknya. Dipadukan dengan kepribadian dan konflik belakang layar yang unik, tugas berat inilah yang harus dipikul oleh Insomniac Games dengan salah satu superhero terpopuler Marvel – Spider-Man. Sang manusia laba-laba yang sudah beberapa kali masuk ke dalam industri game ini akhirnya kembali, dalam format terbaiknya, untuk Playstation 4.

kamu yang sempat membaca artikel preview tim kapalan sebelumnya sepertinya sudah punya gambaran kira-kira daya tarik seperti apa yang ditawarkan oleh Marvel’s Spider-Man ini. Kualitas visualisasi memesona di tengah kota yang dibangun penuh detail dan berhasil mengisyaratkan posisi Spider-Man sebagai bagian dari sebuah semesta superhero yang lebih besar akan menarik kamu. Namun kekuatan utama game yang satu ini sempat tim kapalan sebutkan terletak pada cerita yang ia racik. Cerita yang siap untuk membuat kamu menghela napas karena sisi emosional yang tidak pernah kamu prediksi sebelumnya. Marvel’s Spider-Man tidak selalu soal sang manusia laba-laba yang mengitar kota New York itu sendiri. Terkadang, ia adalah soal sosok Peter Parker yang harus mengorbankan banyak hal untuk mengenakan topeng merah tersebut.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Marvel’s Spider-Man ini? Mengapa tim kapalan menyebutnya sebagai game yang lebih berfokus pada sosok sang manusia di balik topeng? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk kamu.

Plot

Tidak ada lagi cerita awal bermula Peter Parker mendapatkan kekuatannya sebagai seorang manusia laba-laba, Marvel’s Spider-Man memosisikan kamu sebagai seorang Peter Parker yang terhitung sudah “veteran” untuk urusan menyelamatkan kota yang ia cintai – NYC dari ancaman para penjahat yang beberapa di antaranya, juga memiliki kemampuan super power yang tak kalah mematikan. Kita berbicara soal sosok Peter yang kini lebih dewasa, matang, dengan posisi sang mantan kekasih – Mary Jane yang juga sudah mengetahui identitasnya.

8 tahun berjuang dan Spider-Man akhirnya berkesempatan untuk menundukkan sang tokoh antagonis utama yang menjadi otak dan dalang di balik begitu banyak tindak kejahatan – Wilson “The Kingpin” Fisk. Bukti sudah terkumpul sempurna, pihak keamanan sudah bergerak, dan Fisk tak lagi bisa mengelak. Tugas berat tersebut akhirnya berhasil dicapai tanpa korban jiwa, membuat perjalanan Spider-Man seolah sudah berada di puncak kesuksesan. Dengan ditangkapnya Kingpin, NYC seharusnya menjadi kota yang jauh lebih aman dan nyaman. Namun yang terjadi, justru sebaliknya.

Dengan hilangnya posisi The Kingpin sebagai pemimpin aktivitas kriminal di NYC, kota nan ramai ini justru jatuh pada kekacauan. Tidak ada lagi sosok yang menguasai, mengatur, dan menjalankan semua organisasi, membuat banyak dari mereka bermimpi untuk menjadi The Kingpin selanjutnya dan berakhir menjadi penguasa menggantikan Wilson Fisk. Perjuangan Spider-Man ternyata belum berakhir sampai di sana. Gelombang ancaman baru datang dan kali ini muncul dari sumber yang tak pernah ia perkirakan sebelumnya.

Di tengah suasana kampanye Norman Osborne yang berusaha menjadi Mayor dua periode untuk NYC, ancaman baru muncul setelah jatuhnya Kingpin. Shocker – salah satu musuh utama Spider-Man yang mengkamulkan dentuman suara sebagai kekuatan utama, tertangkap tangan berusaha mencuri uang dari sebuah bank. Tindakan tergesa-gesa dan tanpa perhitungan ini membuat Spider-Man dan koleganya di kepolisian – Yuri Watanabe mencurigai bahwa aksi Shocker ini tidak didasarkan pada kebutuhan dirinya sendiri, tetapi karena ia bekerja untuk organisasi yang lebih besar. Ada sesuatu yang tengah terjadi di belakang layar, di tengah vakumnya kepemimpinan Kingpin itu sendiri. Benar saja, tidak perlu menunggu terlalu lama hingga sebuah pasukan baru bernama “Demons” dengan topeng oriental mereka mulai meneror kota. Di baliknya, musuh baru bernama Mr. Negative mencengkeram.

Lantas, mampukah Spider-Man mengatasi ancaman baru sepeninggal Kingpin ini? Musuh-musuh seperti apa saja yang harus ia hadapi? Apa sebenarnya motivasi Mr. Negative tiba-tiba muncul di momen seperti ini? Dinamika kehidupan gkamu seperti apa juga yang harus dilalui Peter untuk menyelesaikan masalah besar yang satu ini? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa kamu dapatkan dengan memainkan Marvel’s Spider-Man ini.

Selamat Datang di New York City!

Salah satu dunia dengan detail terbaik yang pernah ada, tidak ada lagi kata yang lebih tepat untuk menjelaskan New York City versi Marvel yang menjadi basis dunia yang ditawarkan oleh Marvel’s Spider-Man ini. Walaupun konten yang ia tawarkan tidak bisa membuatnya disebut sebagai dunia “open-world” dengan baik, namun kamu memang berkesempatan menjelajahinya secara bebas setelah kamu menyelesaikan misi pertama yang ada. kamu langsung bisa berayun dan melompat sesuka hati, menyusuri kota yang secara fantastis, berhasil terlihat hidup lewat tangan dingin Insomniac.

Padat kendaraan dengan penduduk yang hilir mudik, kamu bahkan bisa berhenti sejenak, berjalan kaki dan menemui para NPC ini. Tombol kotak untuk menyerang musuh akan otomatis berubah menjadi tombol pose dan sapa ketika berhadapan dengan penduduk kota, yang terkadang bahkan meminta kamu untuk foto bersama. kamu bisa merasakan bahwa kamu adalah Spider-Man, sang friendly neighborhood Spider-Man ketika hal ini terjadi.

Tetapi acungan jempol pantas diarahkan pada kemampuan Insomniac meracik NYC yang luar biasa. Waluapun tim kapalan tidak pernah menginjak kota ini di dunia nyata, namun detail yang ia tawarkan, dari kepadatan distribusi gedung, pernak pernik yang berada di atasnya, hingga beragam landmark yang tetap dihadirkan di sana berujung membuatnya terasa seperti kota sungguhan. Dipadukan dengan tata cahaya pagi hari atau siang hari yang dramatis, mengayun di tengah keramaian kota dengan jalan yang padat dan penuh kendaraan menghasilkan pengalaman Spider-Man yang memang kamu inginkan. Bagian terbaiknya muncul dari fakta bahwa Insomniac juga menempatkan beragam landmark dunia Marvel untuk mengesankan bahwa Spider-Man adalah bagian dari sesuatu yang skalanya lebih besar. kamu bisa menemukan Avengers Tower, Sanctum Sanctorum milik Dr. Strange, Kedutaan Besar Wakkamu, hingga beragam lokasi ikonik Hell’s Kitchen yang berkaitan dengan Daredevil di sini.

Dari sisi presentasi, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan dari Marvel’s Spider-Man ini. Semua kontroversi soal proses downgrade visual hanya karena hilangnya genangan air yang sempat muncul di beragam forum dan komunitas akan langsung tersanggahkan ketika kamu mencicipi game ini untuk pertama kalinya. Sistem cuaca dinamis memang tidak ditawarkan, namun pergantian cuaca akan tetap terjadi untuk menciptakan atmosfer yang lebih tepat pada cerita atau misi sampingan tertentu. Marvel’s Spider-Man juga menyediakan opsi untuk mematikan motion blur untuk kamu yang tidak suka dengan fitur terbesar karena alasan tertentu. Opsi yang memang harus kamu non-aktifkan jika memang berniat menangkap ragam momen penting dan dramatis game ini dengan jelas sebelum berbagi ke situs sosial media.

Presentasi musik juga tepat sasaran. Di awal cerita, kamu akan mendapatkan aura “anak muda” Peter Parker yang masih mengalir jelas ketika ia mulai mengenakan topeng superhero-nya. Ia membangun atmosfer tersebut dengan tepat. Seiring permainan perjalanan, konsep ini memang mulai pudar dan diganti dengan pilihan musik yang sekedar berjalan di belakang layar tanpa akan berujung mendominasi perhatian kamu. Alih-alih menggunakan musik terkini untuk menemani perjalanan kamu, Insomniac memilih untuk menyuntikkan soundtrack pengiring yang terasa sangat familiar dengan apa yang kamu temukan ketika melihat aksi para superhero Marvel di Marvel Cinematic Universe. Musik yang mengesankan kuat sensasi seorang superhero. tim kapalan harus mengakui tak terlalu menyukainya di awal karena kesan klise yang kuat, namun seiring dengan cerita berjalan dan lebih banyak variasi muncul untuk “menjelaskan” scene yang kamu lihat di layar, tim kapalan berujung menyukainya.

Namun jika harus memilih satu hal yang membuat tim kapalan makin jatuh hati dengannya adalah fakta bahwa kamu secara aktif juga mendengarkan siaran radio dari J. Jonah Jameson yang di cerita Marvel’s Spider-Man ini, tidak lagi bekerja sebagai Editor in Chief Daily Bugle. Namun sosok ini masih secara aktif terus “menyerang” Spider-Man dan menawarkan perspektif negatif yang justru melihat sang manusia laba-laba ini sebagai sumber dari beragam masalah di NYC. Mendengar celotehannya di sepanjang permainan, cukup untuk membuat kamu tersenyum atau bahkan, melepas gelak tawa. Apalagi ketika ia mulai melancarkan beragam teori konspirasi tak berdasar. Salah satu favorit tim kapalan? Ketika ia berhipotesis bahwa Spider-Man sebenarnya bukanlah manusia yang mendapatkan kemampuan seekor laba-laba, tetapi seekor laba-laba yang punya kemampuan seorang manusia. Sulit untuk tidak setidaknya tersenyum ketika teori ini tiba-tiba tercetus.

Maka untuk kamu yang mencari sensasi game Spider-Man yang definitif selama ini, apa yang ditawarkan oleh Insomniac di sini akan membuat kamu jatuh hati sejak pkamungan pertama. Presentasi fantastis dari sisi visual dan audio ini kian sempurna dengan mekanik mengayun jaring yang juga pantas untuk diacungi jempol. Insomniac berhasil meracik begitu banyak pergerakan animasi dan mekanisme kontrol yang membuat Spider-Man terlihat mahir melewati arstitektur kota berbeda untuk segera mencapai tempat tujuannya. Berayun hanyalah satu dari begitu banyak hal yang bisa kamu lakukan, termasuk melontarkan diri kamu dengan jaring, mengitari bangunan dengan otomatis, berlari di dinding, hingga melompat super tinggi untuk mencari tempat melontarkan jaring yang baru. Berita baiknya? Dibandingkan build lebih kasar yang tim kapalan cicipi di E3 2018, tombol eksekusi untuk beragam aksi berayun kini jauh terasa lebih natural dan mudah untuk dieksekusi.

Dengan semua yang berhasil ditawarkan oleh Insomniac di Marvel’s Spider-Man untuk urusan permukaan ini, tidak perlu ada hal yang kamu khawatirkan untuk urusan presentasi yang ada. Ia akan membuat kamu jatuh hati, sejak pkamungan pertama.

Cepat dan Menantang

Salah satu kesalahpahaman terbesar yang muncul di benak gamer ketika mereka melihat sistem permainan Marvel’s Spider-Man untuk pertama kalinya adalah mengaitkannya begitu saja dengan seri Batman: Arkham dari Rocksteady Studio. Di atas permukaan, keduanya memang terlihat mirip. Pertarungan tangan kosong yang cepat dengan sistem counter di tengah banyak musuh yang mengerubungi memang terlihat sama. Namun seperti impresi yang tim kapalan keluarkan beberapa waktu yang lalu, versi final Marvel’s Spider-Man ini tetap mengisyaratkan sensasi pertarungan yang untungnya, punya identitas uniknya sendiri.

Sebelum kita terjun masuk ke dalam sistem pertarungan itu sendiri, menyelesaikan segala sesuatunya dengan tangan kosong memang bukan satu-satunya pengalaman yang akan ditawarkan oleh Marvel’s Spider-Man. Cerita akan memuat kamu untuk berperan sebagai Peter Parker dan Mary Jane di titik tertentu. kamu memang tidak berkesempatan untuk menjelajahi NYC menggunakan keduanya begitu saja, namun keduanya akan eksis sebagai bagian dari motor pendorong cerita. Peter Parker biasanya akan disuguhi dengan gameplay yang berhubungan dengan puzzle, baik yang meminta kamu meracik jalur listrik sirkuit atau mencocokkan pola tertentu saat menganalisa sebuah zat misterius. Sementara Mary Jane yang berperan sebagai partner setara di game ini, lebih difokuskan pada misi-misi infiltrasi dan berbasis stealth. Kerennya lagi? Kerjasama antara Mary Jane dan Spider-Man di misi tertentu akan memberikan perspektif sebuah game Spider-Man yang cukup unik dan keren.

Sisanya? kamu akan mengkamulkan jaring, pukulan, dan tendangan kamu untuk menyelesaikan hampir semua masalah yang ada. Sistem pertarungan Spider-Man di sini memang harus diakui, terinspirasi dari seri Batman: Arkham dari Rocksteady. Namun kata kunci di sini adalah “terinspirasi” dan bukan sekedar meniru. Karena pada akhirnya, ia tetap menawarkan sebuah sistem yang berbeda dengan identitas yang unik.

Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah sistem counter dan serangan melee jarak jauh milik Spidey. Dengan mengkamulkan indikator Spider-Sense di atas kepala, kamu memang bisa menghindari serangan yang dilakukan musuh, dalam bentuk range ataupun melee. Namun berbeda dengan Batman seri Arkham yang seringkali membalas hal tersebut dengan sistem counter yang di beberapa kondisi bahkan bisa menghabisi mereka secara instan, Spidey hanya bisa menggunakan sistem ini untuk menghindar. Aksi “terbaik” yang bisa kamu dapatkan dari sistem power up yang akan kita bahas nanti ini hanyalah tembak jaring yang bisa melumpukan musuh untuk sementara hingga bisa kamu serang bebas, dan serangan jaring super kuat yang langsung bisa melumpuhkan musuh dengan senjata api secara instan. Namun untuk bisa mengeksekusi kedua hal ini, kamu harus melakukan “Perfect Dodge” yang tentu saja, menyediakan timing yang begitu terbatas.

Hal yang sama juga terjadi di dinamika pertarungan melawan musuh di jarak yang jauh. Seperti yang kita tahu, seri Batman: Arkham memang memungkinkan Batman untuk melompat cukup jauh secara instan ke posisi musuh yang secara rasional, mungkin terasa mustahil untuk dijangkau. Sementara untuk Marvel’s Spider-Man ini, kamu akan disuguhkan dengan tombol khusus untuk Web-Strike yang akan membuat kamu bisa melaju cepat ke arah target, yang efektif untuk mereka yang menyerang kamu dari jarak jauh atau sekedar berada di luar jangkauan serangan fisik biasa.

Bersama dengan pukulan dan tendangan yang ada, Insomniac juga menjadikan kelincahan Spider-Man sebagai mekanik yang bisa kamu gunakan untuk membuat pertarungan terus mengalir. Manusia laba-laba yang satu ini misalnya bisa menggunakan kombo di udara untuk memastikan serangan masuk secara efektif, dan membuatnya lebih aman “sementara” dari musuh yang bisa menyerangnya di tanah. Walaupun di sisi lain, kombo di udara tersebut juga membuatnya lebih rentan pada serangan tembakan. Dengan menggunakan jaringnya, Spider-Man juga bisa menangkap dan melemparkan objek di sekitar atau meruntuhkan beberapa puing bangunan atau objek untuk melukai musuh. Tombol lemparan yang sama juga bisa kamu gunakan untuk mengembalikan granat ataupun misil yang ditembakkan oleh musuh.

Tentu saja, pertarungan tidak akan berjalan semudah yang kamu bayangkan. Terbagi ke dalam beberapa faksi berbeda yang kamu temukan seiring dengan progress permainan dan kemudian dibagi kembali ke dalam beragam jenis musuh, setiap dari mereka akan butuh strategi khusus untuk ditundukkan. Ada yang menggunakan tameng dan hanya bisa diserang dari belakang, ada tipe Brute yang butuh dilemahkan dengan lemparan atau tembakan jaring terlebih dahulu, ada tipe Whiplash dengan cambuk energi yang juga butuh dilempar, hingga yang mampu menggunakan jetpack dan memusnahkan kamu dari atas jika kamu tidak menaruh perhatian ekstra. Memeriksa dan memahami apa yang bisa dilakukan setiap musuh yang selalu menyergap kamu dari segala arah dan menentukan skala prioritas mana yang terlebih dahulu harus dikalahkan akan membuat kamu menangani setiap pertarungan dengan lebih mudah.

Karena di tingkat kesulitan normal sekalipun, game ini terhitung menantang. Spider-Man bukanlah karakter superhero yang secara fisik, mampu menghadapi trauma pukulan dan peluru tanpa masalah, sesuatu yang diproyeksikan pula di gameplay. Bahwa terlepas dari status kamu yang menguat seiring dengan progress permainan dan juga meningkatnya level, kamu tetap akan tetap mudah tewas jika kamu tidak berhati-hati. Beberapa kali tembakan dan pukulan, apalagi dari varian musuh yang kuat, akan membuat kamu terkapar begitu saja. Ada sensasi bahaya yang secara konsisten hadir dimana kamu memang terasa rentan jika tidak bertarung dengan serius dan memanfaatkan Spider Sense kamu dengan optimal.

Untungnya, selain kelincahan dan pukulan tangan kosong, Spidey juga akan diperkuat dengan ragam gadget yang bisa kamu gunakan untuk ragam kepentingan. Ada tembakan jaring biasa yang akan beregenerasi cepat, yang tidak hanya bisa membuat musuh menjadi terperangkap sementara, tetapi juga bisa melekatkan mereka ke dinding untuk melumpuhkan secara permanen. Ada jebakan jaring untuk gameplay stealth, laba-laba drone yang akan menyerang dan mengalihkan perhatian musuh kamu, bomb jaring untuk crowd-control, jaring listrik, hingga sebuah portal yang memungkinkan kamu untuk membuat beberapa tipe musuh melayang di udara untuk bisa kamu serang dengan lebih mudah. Sedikit canggung di awal, namun kamu akan menemukan ritme untuk menggunakan setiap dari gadget ini dengan lebih optimal untuk membuat pertarungan berjalan lebih cepat.

Spidey juga akan diperkuat dengan beberapa kemampuan yang lain. Berbasiskan sebuah bar yang bisa penuh lewat beragam serangan, kamu akan berkesempatan untuk menggunakan serangan finisher dengan animasi keren untuk menghabisi musuh dengan cepat. Namun tentu saja, musuh dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, seperti Brute yang besar misalnya, akan menuntut jumlah bar Finisher yang lebih banyak. Setiap kostum yang digunakan oleh Spidey juga akan memiliki kemampuan spesialnya sendiri yang ditenagai oleh resource lain bernama “Focus”. Sesuatu yang akan kita bicarakan nanti.

Lantas, bagaimana jika kamu memutuskan untuk menempuh jalur yang minim resiko? Jika kamu berbicara soal stealth, tenang saja opsi tersebut bisa kamu lalui jika memang lebih cocok dengan gaya gameplay kamu, walaupun tidak selamanya akan bisa dilakukan. Opsi untuk mencapai hal ini juga beragam. kamu bisa menggunakan area lebih tinggi untuk “menangkap” musuh yang tidak sadar akan eksistensi kamu, membungkus, dan meninggalkan mereka begitu saja. kamu juga bisa melompat dan melakukan tendangan instan dengan jaring (Web-Strike) untuk mencapai efek yang sama. Atau, kamu bisa mengendap dari belakang dan melakukan hal yang serupa. Kerennya lagi? Radar milik Spidey juga akan memberikan kamu informasi tidak hanya soal lokasi tiap musuh ini saja, tetapi juga apakah mereka aman untuk dieksekusi atau tidak.

Sesuai dengan pergerakan cerita yang ada pula, kamu akan berhadapan dengan pertempuran boss melawan musuh-musuh Spider-Man yang tidak akan asing lagi di mata dan telinga penggemar manusia laba-laba yang satu ini. Terlepas dari cut-scene dramatis dan cerita keren yang ia usung, pertarungan boss di Marvel’s Spider-Man sepertinya pantas disebut sebagai salah satu bagian yang paling mengecewakan. Terlepas apapun boss yang kamu lawan, mekanik untuk menundukkan mereka hampir bisa disebut, mirip satu sama lain. Semuanya punya strategi serupa untuk membuka sistem pertahanan dan berujung memungkinkan kamu menyerang, mengalahkan, dan mendorong cerita kembali. Tidak ada satupun dari mereka yang muncul sebagai pertarungan tangan kosong yang lugas dan mengkamulkan kemampuan kamu untuk sekedar meninju, menghindar, dan bermanuver. Padahal, dengan semua jenis boss dan kemampuan yang bisa mereka keluarkan, ada potensi besar di sini.

Misi Sampingan: Tidak Istimewa tapi Berharga

Dengan pergerakan sebagian besar game dengan dunia luas ala Marvel’s Spider-Man yang saat ini lebih menonjolkan sisi eksplorasi dan membiarkan gamer menemukan sendiri apa yang menurut mereka, seperti yang ditawarkan oleh Breath of the Wild dan Far Cry 5, apa yang dilakukan oleh Insomniac Games memang pantas dipertanyakan. Mereka memutuskan untuk tetap bertahan dengan sistem tower di beragam penjuru NYC yang bisa kamu aktifkan, yang otomatis akan membuka misi sampingan berbasis ikon yang kontennya sendiri, memang tidak bisa dibilang istimewa. Namun, motivasi untuk menyelesaikannya akan begitu kuat untuk kamu lewatkan begitu saja.

Dengan ikon baru yang bertebaran di peta ketika kamu menemukan sang tower dan mencapai progress cerita yang baru, maka kamu yang seringkali memainkan game open-world dengan konsep seperti ini sepertinya tidak akan asing lagi dengan pengalaman gaming seperti apa yang akan kamu dapatkan selanjutnya.

Benar sekali, menyelesaikan misi sampingan yang serupa, namun dengan kuantitas yang banyak. Marvel’s Spider-Man sendiri menawarkan cukup banyak tantangan yang bervariasi, namun tetap akan berujung repetitif karena kuantitas masing-masing tipe misi tersebut. Ada misi yang meminta kamu untuk “membersihkan” area dari kriminal, menaklukkan mobil dan penjahat yang tengah dikejar polisi, menyelesaikan puzzle, melakukan hal remeh-temeh untuk membuat kantor riset kecil milik Harry Osborne berfungsi, serangkaian challenge yang akan menantang kemampuan kamu untuk bertarung atau bermanuver dengan jaring, hingga yang cukup aneh, seperti menangkap burung merpati misalnya. Misi stkamur yang memang tidak bisa dibilang revolusioner. Walaupun harus diakui, beberapa misi yang lain juga punya basis cerita stkamur di atasnya.

Namun, ada dua hal yang membuat ragam aktivitas tak istimewa ini menjadi sesuatu yang bisa ditoleransi jika dibandingkan dengan game-game open-world yang lain. Pertama, desainnya yang lugas. Insomniac sepertinya memahami bahwa banyak gamer yang ingin lebih berfokus pada sisi cerita dan tidak ingin “tertahan” karena aktivitas berulang seperti ini yang terasa bertele-tele.

Maka yang kamu temukan adalah sebuah misi yang secara desain lugas dan tanpa banyak halangan untuk memastikan bahwa kamu bisa langsung mengerjakan tugas utama kamu. Tidak ada misalnya kasus dimana kamu harus mengitari sebuah rumah penuh puzzle terlebih dahulu sebelum kamu bisa bertarung dan menyelesaikan misi “membersihkan” markas musuh, misalnya. Misi yang seharusnya bertarung hanya memuat gameplay bertarung, yang berisikan puzzle langsung meminta kamu memutar otak, sementara yang meminta kamu menangkap merpati akan langsung membawa kamu ke tugas tersebut. Semuanya bisa dikerjakan dengan cepat, tergantung pada seberapa efektif kamu.

Kedua? Adalah rewardnya yang berharga dan pantas untuk dikejar. Untuk semua aktivitas yang kamu selesaikan, kamu akan mendapatkan dua hal: EXP Points dan Token. EXP Points bekerja seperti seharusnya, dimana akumulasi jumlah tertentu akan memberikan Spidey 1 buah point Skill yang bisa didistribusikan untuk memperkuat dirinya. Dibagi ke dalam tiga kategori yang berbeda, ini esensial untuk membuat Spidey lebih kuat, cepat, dan efektif. Reward kedua adalah Token yang bisa disebut, sebagai mata uang untuk membuat ragam pakaian milik Spidey yang tentu saja, memuat kekuatan baru di dalamnya.

Sesuai dengan aktivitas yang berhasil kamu selesaikan, Token yang kamu dapatkan juga akan berbeda-beda satu sama lain. Mengatasi tindak kejahatan akan memberikan kamu Token dengan tipe Crime, puzzle untuk tipe Research, tantangan untuk tipe Challenge, menyelesaikan markas musuh untuk tipe Base, dan mengumpulkan tas kamu dari penjuru NYC untuk Token bernama Backpacks. Walaupun berbeda, semua Token ini punya tiga fungsi: bahan untuk meracik pakaian baru untuk Spidey, memperkuat gadget yang sudah kamu miliki, atau meracik mod pakaian untuk memperkuat Spidey itu sendiri.

Ada cukup banyak pakaian yang bisa kamu racik untuk Spidey di Marvel’s Spider-Man, yang tidak hanya berbeda dari sisi kosmetik tetapi juga menawarkan kemampuan spesial yang berbeda. Tidak hanya dari dunia komik saja, mereka juga menawarkan beberapa kostum dari seri MCU terbaru seperti pakaian yang dirancang oleh Stark di seri Homecoming dan Infinity War. Pakaian-pakaian ini memang tidak memiliki pengaruh dari sisi status, namun sebagian besar dari mereka menyediakan kemampuan super spesifik yang bisa kamu aktifkan dengan menggunakan Focus yang sempat kita bicarakan sebelumnya. Kekuatan dari sekedar mempercepat regen, membuat kamu lebih sulit terdeteksi musuh, membuat pukulan kamu menjadi listrik, menahan hantaman peluru, hingga membuat kamu lebih tahan terhadap gravitasi. Di balik semua pakaian yang antara punya desain keren atau super aneh ini, ada opsi untuk mengakomodasi gameplay kamu.

Bagian terbaik dari sistem ini adalah keputusan Insomniac untuk membuat pakaian dan kemampuan super yang ia bawa sebagai dua entitas berbeda yang bisa kamu bongkar pasang. Jadi jika kamu tidak suka dengan model desain pakaian Spider-Punk misalnya tetapi mencintai serangan Focus miliknya yang membuatnya mengeluarkan gitar, kamu bisa memasangkan kemampuan tersebut ke kostum favorit kamu tanpa masalah. Semuanya bisa dilakukan langsung melalui menu, hingga terkadang, kamu punya kesempatan untuk mengganti dan beradaptasi dengan situasi pertarungan yang mungkin, tidak terlihat menjanjikan untuk kamu. Sebuah keputusan yang pantas untuk diapresiasi.

Dengan menggunakan resource Token sama yang terhitung terbatas, kamu juga bisa menggunakannya untuk meningkatkan level gadget yang digunakan Spidey untuk membuatnya lebih efektif. Namun salah satu hal yang tak kalah penting adalah mod pakaian Spidey itu sendiri. kamu bisa memasang tiga buah mod yang bertindak tak ubahnya buff permanen untuk membuat Spidey lebih kuat dan cepat. Mod-mod tersebut akan membuat status atau aksi Spidey tertentu kini lebih mematikan atau punya efek lebih signifikan dibandingkan sebelumnya.

Maka dengan kombinasi elemen seperti ini, konsep misi sampingan dan aktivitas tak istimewa yang ditawarkan oleh Marvel’s Spider-Man ini memang menjadi lebih bisa ditoleransi dan dinikmati. Dukungan reward menggoda dan desain yang lugas tanpa basa-basi akan menjadi konten yang terus menyibukkan kamu.

Si Manusia di Balik Topeng

Yang membuat tim kapalan jatuh hati pada Marvel’s Spider-Man memang terletak pada kekuatan cerita utamanya yang berujung mengejutkan dan emosional, sesuatu yang tidak pernah tim kapalan prediksi bisa diracik dari sebuah game superhero yang terlihat menyenangkan dan penuh pertarungan seru. Keputusan untuk mengusung cerita seorang Peter Parker yang sudah “matang” berperan sebagai Spider-Man menghasilkan beberapa dinamika yang menarik. Dari fakta bahwa Mary Jane sudah mengetahui siapa identitas Peter Parker yang sebenarnya, fakta bahwa Spider-Man sudah sering bersinggungan dengan para penjahat superpower ini, hingga sekedar konsekuensi jelas dari kehidupan gkamu yang harus ia lalui untuk membuat NYC dan warganya, tetap aman. Di bagian terakhir inilah, Marvel’s Spider-Man bersinar.

Satu hal yang di mata tim kapalan membuat Marvel’s Spider-Man tampil lebih kuat dari sisi cerita dibandingkan game superhero serupa seperti Batman: Arkham misalnya, adalah penekanan dan presentasi yang jelas bahwa di balik topeng manusia laba-laba tersebut, adalah sosok Peter Parker, seorang yang tetaplah seorang manusia. Cara Insomniac menyajikan fakta tersebut via cut-scene membuat game yang satu ini, terasa seperti sebuah game superhero yang unik dan istimewa, sementara di sisi lain, tetap mempertahankan elemen-elemen yang membuat sosok Spider-Man begitu dicintai di dunia komik dan film. Memang tidak diimplementasikan dalam bentuk gameplay, namun memberikan sebuah perspektif yang baru dan berbeda.

Sensasi manusiawi tersebut muncul dari hal-hal sederhana. Seperti fakta bahwa pada satu titik tertentu, ia tetap bisa lapar dan berusaha mencari makanan sebelum beraksi kembali. Atau ketika pertarungan begitu intens dan ia harus menyelesaikan begitu banyak masalah sekaligus untuk memastikan NYC tidak jatuh dalam kekacauan. Hingga di satu titik, ia hanya benar-benar ingin tidur. kamu bisa melihat bagaimana ia berusaha mencuri waktu untuk sekedar memejamkan mata dan mendapatkan kembali energi sebelum menembakkan kembali jaringnya. Pelan tapi pasti, kamu juga mulai melihat konsekuensi seperti apa yang harus dipikul oleh Peter Parker untuk terus meneruskan kiprahnya sebagai seorang Spider-Man. Bagaimana ia harus membagi waktu antara beragam janji yang sudah ia buat di tengah usaha bertarung melawan beragam ancaman menyeramkan.

Sisi manusiawi seperti inilah yang sebenarnya jarang dieksplorasi oleh game-game superhero yang sepertinya lebih difokuskan pada si topeng, dan bukan manusia di balik topeng itu sendiri. Membuat apa yang dilakukan Insomniac dengan Marvel’s Spider-Man menjadi sesuatu yang istimewa. Pelan tapi pasti, kamu mulai peduli pada apa yang terjadi dengan Peter Parker yang berada di hadapan kamu ini. Setiap aksi, cedera, hingga pengorbanan yang harus ia lalui, menjadi sesuatu yang bernilai dan memperkuat karakternya itu sendiri. Bahwa menjadi seorang superhero bukanlah sebuah pekerjaan menyenangkan. Bahwa di balik teriakan dan sorakan warga yang mengidolakan kamu, ada begitu banyak pengorbanan dan kelelahan selama 8 tahun terakhir ini. Luar biasa!

Kesimpulan

Marvel’s Spider-Man berakhir menjadi sebuah game yang fenomenal untuk ukuran sebuah game superhero. Penantian untuk sebuah game terbaru berdasarkan kisah salah satu superhero terpopuler Marvel ini terbayar manis dengan eksekusi hampir semua elemen yang tepat, terutama dari sisi cerita, karakterisasi, dan atmosfer dunia. Walaupun konsep misi sampingannya terhitung tidak istimewa, namun segala sesuatunya terbayar lewat sensasi menjadi seorang Spider-Man yang seharusnya. Sensasi pertarungan yang ketat, puluhan kostum untuk dibuat, cerita emosional yang siap untuk menggetarkan hati, dan detail yang memesona hampir di semua sektor yang ada. Ini adalah game Spider-Man terbaik yang bisa kamu dapatkan di pasaran, dan tidak sulit untuk memosisikannya sebagai salah satu game terbaik di genre superhero juga.

Namun tentu saja, ia tidak bisa disebut sempurna. Selain misi sampingan yang repetitif dan pertarungan boss yang tidak terlalu memorable, tim kapalan juga merasa bahwa sesi bermain sebagai Mary Jane berujung tidak terlalu penting dan terasa dipaksakan di beberapa titik cerita. Insomniac memang terkesan ingin membuat Mary Jane terlihat sebagai partner setara Peter dan bukan sekedar “pacar yang menunggu diselamatkan” saja di seri ini, namun sulit untuk tidak mengakui, bahwa pergantian peran ini di beberapa titik cerita tidak terasa senatural yang dibayangkan. Walaupun harus diakui, ia memang memberikan nilai tambah apresiasi di sisi cerita.

Maka, dengan semua daya tarik yang ia tawarkan, tim kapalan tidak akan ragu untuk merekomendasikan Marvel’s Spider-Man untuk semua gamer yang memang memiliki Playstation 4. Kualitas visual dan sensasi menjadi sang manusia laba-laba yang dipresentasikan tepat di sini akan cukup untuk membuat gamer PS4 manapun, jatuh hati sejak pkamungan pertama. Tetapi tentu saja, kamu harus mengatur sedikit ekspektasi kamu. Perlakukan ia seperti kamu memperlakukan Infamous dari Sucker Punch untuk urusan desain game open-world, dan kamu akan menikmati game ini sepenuhnya.

Kelebihan

  • Cerita yang kuat
  • Kualitas visual memesona
  • Musik yang cukup efektif membangun atmosfer
  • Begitu banyak kostum untuk diracik
  • Sistem pertarungan yang menantang
  • Sensasi berayun dengan jaring yang asyik
  • Detail kota yang mengagumkan

Kekurangan

  • Desain misi sampingan repetitif
  • Pertarungan boss yang terlalu stkamur
  • Sesi menjadi MJ yang terkesan dipaksakan