Uncharted 4: A Thief’s End | Game Action Playstation 4

uncharted 4

Naughty Dog, mendengar nama developer yang satu ini saja sudah cukup untuk membuat banyak gamer di seluruh dunia tertarik dan penasaran. Beberapa dari Anda mungkin mengenalnya dari memori masa lampau, ketika nama ini berdiri di belakang salah satu game action platformer terbaik yang juga berakhir jadi maskot Playstation – Crash Bandicoot. Sementara bagi mereka yang cukup mengikuti sepak terjangnya, Naughty Dog adalah satu dari sedikit developer yang mampu memastikan namanya berasosiasi kuat dengan kata “kualitas”.

Hampir semua proyek yang mereka tangani berakhir menjadi sebuah game dengan daya pikat yang kuat, terutama dari sisi cerita dan kualitas visualisasi yang ada. Lihat saja kesuksesan yang berhasil mereka raih dengan The Last of Us yang berhasil menyabet banyak penghargaan tiga tahun yang lalu. Dan kini, mereka kembali dengan Uncharted 4: A Thief’s End.

Anda yang sempat membaca artikel preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh Uncharted 4: A Thief’s End ini. Kami sendiri tak segan menyebutnya sebagai salah satu game Playstation 4 “tercantik” yang pernah kami temui setelah The Order 1886. Naughty Dog terlihat berhasil mengoptimalkan performa Playstation 4 yang memang tak sepadan dengan perkembangan cepat teknologi komputer saat ini untuk menghasilkan sebuah game dengan kualitas visual yang menawan. Detail tampil begitu luar biasa dari wajah karakter, lingkungan, hingga sekedar efek tata cahaya menemaninya.

Kerennya lagi? Tak hanya itu saja yang jadi daya tariknya. Kekuatan Naughty Dog untuk meracik sebuah kisah yang emosional dan terasa personal di saat yang sama, lengkap dengan padanan gameplay yang seru juga terlihat di seri yang satu ini. Satu yang pasti, sama sekali tak ada kekecewaan di sini. Kami tak ragu menyebutnya sebagai sebuah game yang mampu membayar manis semua hype yang terbangun selama ini, apalagi mengingat ia sempat mengalami proses penundaan selama beberapa kali.

Lantas, apa yang membuat Uncharted 4: A Thief’s End ini begitu memukau? Apa yang membuat kami menyebut game ini sebagai sebuah penutup yang manis? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Rasa haus untuk terus mencari beragam artifak masa lampau dan membuka rahasia kota-kota tersembunyi yang bahkan tak bisa ditemukan oleh para penjelajah ternama di masa lalu, Nathan Drake akhirnya harus menerima sebuah fakta pahit. Bahwa pada akhirnya, semua ini harus berakhir. Apalagi petualangan terakhirnya sempat hampir membuat hubungannya dengan Elena berakhir untuk sesuatu yang tak seberapa berharga. Nathan Drake pun memulai hidupnya sebagai pria paruh baya dengan pekerjaan yang normal. Tak ada lagi petualangan, tak ada lagi mimpi untuk penemuan sejarah terbesar, hanya keinginan untuk menikmati hidup sebagaimana orang lain menjalani hidup mereka.

Tetapi semuanya berubah seketika ketika saudara laki-laki yang selama ini ia asumsikan sudah tewas – Sam Drake tiba-tiba muncul di depan pintu. Berbagi beberapa momen yang saling terlewatkan, Sam meminta bantuan Nathan untuk mencari Libertalia – sebuah kota utopia yang diyakini dibangun oleh para perompak terbaik dan terkaya di masa lalu sebagai “surga” pelarian mereka. Libertalia diyakini menjadi gudang penyimpanan semua varian harta karun yang sempat dikumpulkan perompak-perompak ini. Bukan hanya soal kekayaan dan kejayaan, misi ini menjadi penting bagi Sam karena ini akan berhubungan erat dengan kelangsungan hidupnya sendiri.

Nathan yang sudah lama merindukan sosok sang kakak pun tak punya banyak alternatif. Berusaha untuk tak menghancurkan kembali hubungannya dengan Elena, ia kembali “menjelajahi” hidup masa lalunya dengan Sully yang tetap setia menemani. Usaha untuk mencari Libertalia dimulai pelan tapi pasti dengan clue yang muncul dari beragam belahan dunia yang ada. Namun tentu saja, semua proses ini tak akan mudah. Salah satu kolektor eksentrik yang sempat menjadi teman mereka di masa lalu – Rafe juga berambisi mengejar harta karun yang sama. Namun tak seperti trio Nathan – Sam – Sully, Rafe diperkuat pasukan bayaran bernama Shoreline yang dipimpin oleh seorang prajurit wanita kuat – Nadine Ross.

Lantas, harta karun seperti apa yang disimpan oleh Libertalia? Apa pula motivasi sebenarnya dari Sam? Kejadian apa yang membuat game ini memuat nama “Thief’s End” sebagai sub judul? Semua pertanyaan tersebut bisa Anda jawab dengan memainkan Uncharted 4: A Thief’s End ini.

Presentasi Mengagumkan!

Sebelum kita berangkat lebih jauh membahas sisi gameplay dan cerita yang selama ini jadi kekuatan Naughty Dog, rasanya hampir mustahil untuk tak membicarakan sisi kualitas visualnya yang luar biasa untuk sebuah game konsol. Naughty Dog sebenanrya sudah memberikan sedikit “preview” soal visual ini sejak pengenalan pertamanya via trailer teaser dan screenshot, namun bukan sesuatu yang mengherankan jika banyak yang skeptis bahwa hasil akhirnya akan berbeda. Lagipula tren seperti ini sering terjadi dengan developer lain, dimana game rilis final ternyata tak terlihat serupa dengan apa yang diperkenalkan di trailer. Namun begitu Anda menjajalnya pertama kali? Semua keraguan tersebut akan hilang. Uncharted 4: A Thief’s End adalah satu game dengan visual terbaik yang pernah dirilis di pasaran, tak hanya di konsol tetapi juga lintas platform.

Sebaik apa? Anda bisa melihat sendiri dari serangkaian screenshot yang sempat kami sematkan di artikel preview kemarin atau artikel review saat ini. Kualitas tekstur yang ditawarkan, seperti kulit wajah misalnya, membuat detail karakter terlihat begitu memesona. Hal yang sama juga terjadi di semua elemen visual yang ada, termasuk pakaian yang memang terlihat seperti kain hingga sekedar rambut. Ragam efek visual yang muncul karena interaksi dengan lingkungan seperti baju yang bisa kotor karena lumpur yang menempel hingga sekedar rambut yang basah juga membuatnya terlihat mengagumkan. Namun detail visual seperti ini bukanlah satu-satunya hal yang membuat presentasi game Naughty Dog fantastis.

Seperti yang mereka terapkan di The Last of Us, proses pengembangan Uncharted 4 juga diracik seperti halnya sebuah film lewat proses motion capture keseluruhan tubuh. Para pengisi suara harus memerankan adegan yang ada secara fisik, dan kemudian didigitalisasi ke dalam karakter game yang ada. Maka efeknya? Kemampuan bercerita yang lebih kuat. Paduan visual dan voice acting yang begitu hidup akan membuat Anda merasa seperti menikmati sebuah film layar lebar yang terasa begitu emosional dan hidup di saat yang sama. Anda bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan Elena, rasa cemas Drake, ketakutan Sam, atau bahkan amarah Nadine di saat yang sama. Pengambilan kamera sinematik dan kualitas tata cahaya yang luar biasa membuat game ini mudah membuat Anda jatuh hati.

Kerennya lagi? Naughty Dog juga sepertinya memikirkan hampir semua kemungkinan yang bisa terjadi untuk memastikan cerita berjalan begitu mulus terlepas dari aktivitas apapun yang dilakukan gamer. Salah satu contohnya? Ketika Anda berada di Madagascar.

Ini mungkin salah satu contoh terkuat mengapa Naughty Dog pantas mendapatkan acungan jempol. Selama perjalanan Anda menggunakan mobil jeep tersebut, Sam akan terus berbicara dan bertukar cerita dengan Sully soal banyak hal. Namun di sisi lain, chapter ini juga menawarkan banyak reruntuhan yang memberikan kebebasan bagi Anda (Nathan Drake) untuk memberhentikan mobil, keluar, bersenang-senang, dan melanjutkan kembali perjalanan sebebas yang Anda inginkan.

Lantas, bagaimana jika Anda melakukannya di tengah cerita Sam, misalnya? Alih-alih langsung melewatkannya begitu saja, Naughty Dog menangani potensi ini dengan cara yang lebih elegan. Begitu Anda keluar, Sam akan langsung menghentikan ceritanya dan ikut aksi apapun yang tengah Anda lakukan. Dan jika Anda sudah berada di dalam mobil, ia akan menyelutuk, “Oh ya, sampai dimana cerita gua tadi?” dan kemudian melanjutkan cerita. Sebuah penanganan yang menurut kami, pantas untuk mendapatkan acungan jempol tersendiri.

Uncharted 4: A Thief’s End adalah sebuah pencapaian tersendiri dari sisi estetika, sebuah fakta yang tak akan bisa diganggu gugat. Ia hadir dengan detail visual memesona, desain lingkungan yang menakjubkan, presentasi emosi yang terasa begitu hidup, percakapan yang alami, yang kesemuanya membungkus elemen gameplay dan ceritanya dengan begitu baik. Ia memukau hampir di semua lini yang ada.

Lebih Terbuka

Lantas, bagaimana dari sisi gameplay-nya sendiri? Jika harus dibandingkan dengan tiga seri terakhir Uncharted, seri keempat ini memang tidak menawarkan sesuatu yang revolusioner yang membuatnya terasa seperti sebuah game action yang baru. Ia tetaplah sebuah game action dengan pendekatan khas Uncharted yang selama ini kita kenal. Ia tetap diperkuat dengan tiga buah elemen gameplay utama: action, platforming, dan tentu saja, puzzle. Apakah ini berarti Naughty Dog tak menawarkan inovasi apapun di dalamnya? Tentu saja tidak. Uncharted 4 berhasil meramu formula yang terasa familiar ini dan menambahkan beberapa elemen gameplay baru yang berhasil menghasilkan pendekatan yang cukup berbeda.

Salah satu yang paling kentara? Adalah usaha untuk membuatnya tak terasa begitu linear dibandingkan seri-seri sebelumnya. Beberapa bagian cerita di dalam game ini hadir dengan sebuah dunia luas yang menunggu untuk Anda jelajahi, bahkan terkadang dengan ekstra kendaraan seperti mobil dan kapal yang mudah dikendalikan. Kerennya lagi, kehadiran kendaraan ini juga bukan sekedar untuk mobilitas saja, tetapi juga terintegrasi dengan gameplay. Ketika Anda mengendalikan mobil di Madagascar misalnya, ada beberapa titik dimana Anda harus mengaitkan derek untuk bisa mencapai daerah yang lebih tinggi. Namun sensasi terbuka tersebut tak hanya terjadi ketika Anda melakukan eksplorasi seperti ini saja. Ia juga mengintegrasikan sensasi sama ketika Anda harus bertarung dengan pasukan musuh yang ada.

Beberapa pertempuran memang masih berjalan linear dan meninggalkan kesan seperti halnya seri Uncharted yang lama. Namun di beberapa titik cerita, Anda akan berhadapan dengan sebuah area luas yang dijaga beberapa pasukan yang membuka kesempatan bagi Anda untuk “membersihkan” mereka dengan cara apapun yang Anda inginkan. Anda ingin membunuh mereka membabi buta? Silakan. Tetapi tentu saja dengan resiko tersendiri. AI musuh di Uncharted 4 juga salah satu yang pantas kami acungi jempol karena sifat mereka yang begitu dinamis untuk beradaptasi dengan aksi Anda. Jika Anda terlalu berfokus untuk menghabisi satu musuh yang terus bersembunyi di depan, maka tinggal tunggu waktu hingga Anda ditembaki dari belakang oleh musuh yang bahkan Anda tak sadar dari mana datangnya.

Opsi lain? Tentu saja stealth yang kini difasilitasi dengan lebih maksimal. Anda kini bisa bersembunyi di semak-semak untuk menghindari pandangan musuh yang kini punya indikator seperti halnya Metal Gear, lari ketika ketahuan dan kembali masuk ke mode stealth, serta membersihkan area dengan cara yang lebih minim resiko. Ada kebebasan seperti ini di Uncharted 4.

Salah satu pendekatan lain yang berbeda adalah sistem platforming yang kini juga menawarkan satu ekstra perlengkapan baru – grappling hook. Dengan tali yang bisa dilempar Nathan Drake tanpa kesulitan ini, Anda bisa mencapai banyak tempat yang lebih jauh dengan ekstra momentum atau sekedar mencapai tempat yang lebih tinggi dengan memanjatnya.

Percaya atau tidak, ia juga menambahkan strategi baru ketika bertempur. Anda bisa menggunakan tali untuk ekstra mobilitas ketika bertempur karena Anda tentu bisa bergerak lebih cepat untuk menyergap musuh dari atas atau sekedar lari dari pertempuran yang berjalan panas. Namun sayangnya, Anda tak bisa menggunakannya sebebas yang Anda inginkan. Seperti game platformer pada umumnya, hanya area tertentu saja yang bisa digunakan sebagai akses untuk grappling hook ini, baik ketika eksplorasi maupun ketika bertarung. Maka seperti seri Uncharted sebelumnya, Anda tak hanya akan disibukkan dengan sekedar bertahan hidup melewati rentetan peluru musuh, tetapi juga usaha untuk memanjat tebing, gedung tinggi, dan reruntuhan kuno.

Sisanya adalah tetap hadirnya elemen yang membuat seri Uncharted berbeda dengan game-game action kebanyakan, puzzle. Dengan masih mengandalkan journal tulisan Drake sebagai clue, Anda akan didorong untuk memutar otak dan menyelesaikan ragam masalah yang tak sulit untuk ditangani dengan sedikit logika ini. Mencocokkan gambar, mencari hubungan, memutar simbol, ia akan menghadirkan tantangan yang tak akan sampai membuat Anda frustrasi. Bagaimana jika otak Anda menolak untuk bekerjasama dan progress permainan Anda terhenti? Seiring dengan waktu Anda “terjebak”, clue yang diberikan oleh teman AI Anda akan semakin jelas dan akhirnya, berujung pada kunci jawaban yang eksplisit. Anda tak akan sampai harus menyerah untuk urusan ini saja.

Uncharted 4: A Thief’s End mungkin menawarkan sensasi game action yang lebih lugas dan tanpa embel-embel elemen RPG yang saat ini sepertinya sudah jadi norma standar untuk genre yang satu ini. Progress karakter justru muncul dari sisi cerita dan bukan gameplay. Anda mungkin merasa bahwa pendekatan seperti ini terasa kuno dan tak lagi relevan dengan cara kerja industri game saat ini, namun tidak di Uncharted 4. Porsi aksi, eksplorasi via platforming, dan puzzle yang cukup berimbang, apalagi dengan cerita dan interaksi karakter yang memenuhi di setiap jedanya membuat pengalaman yang ia tawarkan tak berakhir monoton ataupun repetitif. Anda akan menikmati setiap detiknya. Walaupun harus diakui, di beberapa chapter, kami merasa ada sesi yang terlalu panjang dan dibuat-buat. Satu-satunya kelemahan yang kami temukan di game yang satu ini.

Multiplayer: Fun Tapi Tak Esensial!

Untuk Anda yang ingin menikmati lebih banyak porsi Uncharted 4, apalagi jika Anda sudah berhasil menyelesaikan mode ceritanya di tingkat kesulitan tertinggi, punya mode multiplayer untuk diselami. Tak seperti mode single player yang berjalan di 30fps, Naughty Dog memastikan mode multiplayer ini bisa berjalan di 60fps yang tentu saja membuat pengalaman bermain kompetitif yang jauh lebih nyaman. Pandangan kami soal mode ini? Ia memang fun dan cukup menangkap esensi apa yang Anda sukai dari Uncharted 4. Tapi esensial? Tidak. Uncharted 4: A Thief’s End tetaplah sebuah game yang lebih menitikberatkkan pada mode single player dengan jalinan cerita yang ada.

Anda yang sudah sempat membaca impresi beta kami di masa lalu akan menemukan informasi yang tak banyak berbeda di review mode multiplayer ini, karena memang basis mekanisme yang sama. Dibagi ke dalam beberapa mode klasik kompetitif yang ada termasuk Team Deathmatch, dua buah tim akan saling bertempur satu sama lain untuk sebuah objektif yang sederhana.

Anda akan diberi kesempatan untuk memodifikasi Loadout yang ada. Di sistem ini, Anda bisa memilih untuk menggunakan varian item dan equipment untuk satu senjata utama (Rifle / SMG), satu senjata kedua (handgun), equipment tambahan (seperti Mines / Grenade / Medkit) berbasis jumlah LP yang terbatas. Setiap equipment atau senjata yang Anda gunakan akan memotong jumlah LP dalam porsi tertentu. Jika masih tersisa, Anda bisa menyematkan lebih banyak hal, dari AI pendukung, Mystical yang bisa memberikan kekuatan supranatural pada karakter yang ada, hingga beragam perk yang bisa memberikan buff tertentu. Sisanya? Anda tinggal bersenang-senang.

Selama permainan, setiap aksi Anda akan berkontribusi untuk menambah sejumlah mata uang in-game yang bisa Anda gunakan untuk beragam aksi. Uang ini bisa digunakan untuk memperkuat equipment yang Anda bawa ke dalam pertempuran, “membeli” sebuah senjata berat yang lebih mematikan, atau memanggil Sidekicks – karakter berbasis AI yang punya peran dan tugasnya masing-masing bergantung pada loadout seperti apa yang Anda bawa. Sisanya? Mengumpulkan mata uang lain bernama Relic lewat kemenangan atau objektif tambahan untuk membeli beragam item kosmetik, dari karakter, model pakaian, model senjata, hingga beragam taunt kocak yang bisa Anda gunakan di dalam pertempuran.

Apakah fun? Iya, walaupun kami harus mengakui bahwa mode multiplayer terfavorit kami dari Naughty Dog masih mengakar di The Last of Us yang mampu memproyeksikan sensasi survival horror-nya dengan begitu sempurna di sana. Mode multiplayer Uncharted 4 adalah sesuatu yang lebih lugas, dimana segala sesuatnya bergerak cepat dan berujung pada usaha Anda untuk membunuh musuh yang Anda temui secepat mungkin tanpa ada banyak strategi berjalan di dalamnya. Ia memang mengintegrasikan elemen seperti grappling hook di dalamnya, namun ia berkontribusi tak lebih di mobilitas area yang kini memang punya elemen vertiakl di dalamnya. Mode ini memang fun, tetapi esensial? Tidak.

Begitu Personal

Sebagai gamer yang mengikuti sepak terjang Uncharted sejak seri pertama, Nathan Drake adalah bagian yang tak terpisahkan dari industri game. Ia sudah tumbuh dari sekedar sebuah karakter protagonis untuk sebuah game action belaka menjadi ikon untuk tak hanya Sony dan produk Playstation mereka, tetapi juga industri game itu sendiri. Seorang penjelajah yang mengisi kekosongan genre dan tema yang dulu hanya ditawarkan oleh Tomb Raider, kemudian meramunya menjadi sesuatu yang berbeda. Kerennya lagi? Setiap seri yang dilemparkan oleh Naughty Dog tak pernah sekedar soal Nathan Drake dan petualangan barunya dengan ekstra kota tersembunyi yang terdengar klise. Setiap seri berubah menjadi bukti dari pertumbuhan dua hal: Naughty Dog sebagai developer dan Nathan Drake sebagai karakter. Dan kini di seri keempatnya, semuanya harus berakhir.

Maka nama “Thief’s End” itu mengundang banyak tanda tanya karena Naughty Dog terus menegaskan bahwa seri keempat ini memang akan menjadi akhir dari segalanya, akhir dari Nathan Drake dan Uncharted yang selama ini kita kenal. Ada ketakutan bahwa Naughty Dog tak akan mampu mengakhiri perjalanan ini dengan pantas dan seharusnya, sesuatu yang tampaknya tumbuh jadi hak untuk sosok Nathan Drake itu sendiri. Namun untungnya, keraguan itu tinggal keraguan belaka. Karena tak hanya sekedar visual, gameplay, dan ragam inovasi yang berusaha mereka suntikkan di sana, ia juga hadir dengan fokus cerita yang mengagumkan. Sebuah jalinan cerita yang membuat seri ini berakhir jadi seri yang terasa paling personal dan emosional bagi kami sendiri. Dan kami tak bisa lagi meminta lebih.

Kesempatan untuk mengeksplorasi masa lalu Drake dan memahami latar belakang dari nama “Drake” yang selama ini ia sandang, merasakan sendiri keseriusannya untuk tak lagi terlibat dalam beragam aksi “gila” masa lalunya untuk sebuah hidup yang lebih stabil dengan wanita yang ia cintai, hingga pemahaman mengapa ia begitu merindukan dan berusaha melindungi sosok kakak laki-lakinya yang justru baru diperkenalkan di seri yang satu ini. Yang terbaik? Naughty Dog berhasil membuat akhir kisah sang pencuri ini menjadi sesuatu yang memuaskan. Bahwa tak ada lagi konklusi yang lebih baik untuk sosok Nathan Drake setidaknya dari perspektif kami. Anda bisa merasakan semua emosi di sini, dari ketegangan, keraguan, amarah, kebahagiaan, hingga pengkhianatan. Ini adalah sebuah seri Uncharted yang lebih “dewasa” dan “realistis”.

Satu-satunya yang kami keluhkan dari sisi cerita mungkin hanyalah sosok antagonis utama, Rafe yang menurut kami tak cukup kuat untuk menarik perhatian di seri yang satu ini. Hal ini bertolak belakang dengan karakter baru lainnya – Nadine Ross yang super badass, sosok prajurit wanita yang bahkan tak bisa ditangani oleh Nathan dan Sam di saat yang sama karena kekuatan yang ia miliki. Seandainya saja mereka bisa menawarkan karakter yang lebih punya kedekatan emosional dengan Drake bersaudara sebagai musuh utama, ceritanya mungkin akan punya “ekstra tendangan” di sisi villain. Tetapi secara garis besar, Naughty Dog kembali memenuhi apa yang Anda harapkan.

Easter Egg Keren!

Salah satu hal yang cukup mengejutkan dari Uncharted 4: A Thief’s End adalah begitu banyaknya easter egg super keren yang ia tawarkan, bahkan dalam porsi yang membuat kami terkejut. Di salah satu titik permainan, Anda akan memainkan Nathan Drake yang tengah sibuk mempelajari pekerjaan barunya di loteng rumah yang sepertinya dibangun dan didedikasikan untuk semua pencapaian yang sudah berhasil ia lakukan selama tiga terakhir.

Anda bisa merasakan kesan kuat bahwa Anda memang tengah berhadapan dengan seorang Nathan Drake yang memang sudah memutuskan diri untuk “gantung sepatu” dan tak lagi ingin terlibat kegilaan yang sama, namun di sisi lain, tetapi sulit untuk melupakannya begitu saja. Perjalanan Anda selama tiga seri dirangkum dan disederhanakan dalam ruangan kecil ini lewat artifak-artifak yang berhasil Anda kumpulkan dan catatan journal yang sempat terukir selama proses mencarinya. Kerennya lagi? Anda bisa merasakan keinginan Drake untuk mengangkat senjata lewat sebuah sesi tembak dengan senjata mainan yang ringan dan fun. Dan ini hanyalah awal dari easter egg keren lainnya yang ia tawarkan.

Yang paling jadi favorit kami? Tentu saja kembalinya Crash Bandicoot! Naughty Dog seolah memanfaatkan momen Uncharted 4 ini untuk melihat kembali masa lalu karir mereka dan titik awal yang membuat mereka tampil sebagai developer sesukses saat ini. Kami sendiri cukup terkejut karena easter egg ini bukan sekedar layar pasif yang memuat nama Crash Bandicoot di dalamnya seperti kebanyakan game-game menangani easter egg mereka. Anda bertemu dengan sebuah game Crash Bandicoot yang benar-benar bisa dimainkan dengan D-Pad, lengkap dengan sistem score di dalamnya. Kerennya, Naughty Dog juga berhasil mengintegrasikannya dengan sempurna untuk memperkuat cerita yang ada. Gamer mana yang tak akan tersenyum melihat hubungan Nathan dan Elena yang begitu hangat ketika trashtalking antara keduanya memanas lewat game Playstation pertama yang satu ini.

Hal keren lainnya baru bisa Anda akses setelah berhasil menamatkan mode single player Uncharted 4. Dengan menggunakan poin yang terkumpul di sepanjang permainan, Anda bisa membuka banyak hal mengagumkan dari sesi “Bonus” yang kini bahkan memungkinkan Anda untuk mengubah mode Render dan pakaian karakter apa yang digunakan di sepanjang permainan. Apa istimewanya? Percaya atau tidak, Render Mode ini bisa membuat Uncharted 4 terasa dan terlihat seperti sebuah game yang berbeda. Anda bisa mengubahnya menjadi sebuah game cell-shading seperti halnya Borderlands 2, atau yang lebih gila, menyematkan efek ASCII seperti yang dilihat Neo di film-film Matrix. Sebagai gamer yang terkena spoiler sama sekali sejak awal rilis game ini, ini jadi fitur super keren yang berhasil membuat kami takjub.

Kesimpulan

Tanpa disimpulkan, Anda tampaknya sudah mengerti impresi lengkap yang ditawarkan game yang satu ini. Naughty Dog kembali membuktikan status mereka sebagai salah satu developer game terbaik di dunia dengan sepak terjang yang tak perlu diragukan sama sekali. Uncharted 4: A Thief’s End mengeksekusi hampir semua elemen yang ada dengan kualitas yang pantas diacungi jempol, dari detail visual, karakterisasi, cerita yang lebih personal, mode multiplayer yang fun, hingga beragam easter egg yang cukup mengejutkan di dalamnya. Ia berhasil membayar semua hype yang sempat terbangun untuknya selama beberapa tahun terakhir ini dan bahkan berujung pada kualitas lebih baik daripada apa yang Anda prediksikan sebelumnya. Sebuah game yang menyenangkan, menegangkan, emosional, dan terasa personal di saat yang sama. Kami sendiri tak bisa meminta lebih.

Namun apakah game ini sempurna? Sayangnya, tidak. Walaupun tak terlalu berperan signifikan untuk menghancurkan pengalaman bermain Anda, namun beberapa hal pantas jadi catatan keluhan. Satunya berhubungan dengan panjang beberapa chapter yang menurut kami terlalu bertele-tele. Ada beberapa chapter yang berjalan begitu lama tanpa terasa ada kontribusi yang signifikan pada jalannya cerita utama. Keluhan lainnya? Seperti yang kami bicarakan, karakter antagonis utama yang menurut kami tak terlalu menarik. Kami sebenarnya lebih berharap sosok musuh yang lebih personal untuk Drake bersaudara untuk kekuatan cerita yang lebih baik daripada sosok Rafe yang menurut kami agak sedikit hambar untuk menjadi akhir kisah Drake itu sendiri.

Jadi, apakah Uncharted 4: A Thief’s End pantas dilirik? Sangat pantas. Begitu pantasnya hingga kami sendiri tak ragu untuk merekomendasikan Anda untuk mempertimbangkan Playstation 4 hanya untuk mencicipinya secara langsung dan mulai menimbang review kami dengan pengalaman yang Anda dapatkan sendiri. Uncharted 4 adalah sebuah penutup kisah untuk karakter ikonik yang manis dan nyaris sempurna. Sebuah ucapan selamat tinggal personal untuk sosok penjelajah yang sudah menemani banyak gamer selama bertahun-tahun karirnya tersebut. Salah satu calon terkuat Game of the Year untuk tahun 2016 ini.

Kelebihan
  • Kualitas visual mengagumkan
  • Konklusi cerita yang pantas diacungi jempol
  • Desain dunia yang lebih terbuka
  • Nadine yang super badass
  • Easter egg yang keren
  • Multiplayer yang cepat dan menyenangkan
  • Ragam efek bonus yang mengejutkan
  • Cocok untuk gamer: semua pemilik Playstation 4, pencinta genre action
Kekurangan
  • Beberapa chapter terasa terlalu panjang
  • Sosok antagonis utama yang tak terlalu kuat